Lompat ke isi utama
Kankemenag Bantul

Dari Potensi hingga Karakter, PKM MTs Bantul Jadi Ruang Tumbuh Siswa

Dikirim oleh Fidela alma pada 22 September 2026

Bantul (Kankemenag Bantul) – Pekan Kompetisi Madrasah (PKM) Tingkat MTs Kabupaten Bantul Tahun 2026 tidak sekadar menjadi ajang untuk mencari juara. Di balik kompetisi yang mempertemukan siswa dari berbagai madrasah, kegiatan ini menjadi ruang bagi peserta untuk mengenali potensi diri, membangun kepercayaan diri, serta belajar menjaga semangat dan sportivitas.

 

PKM MTs Kabupaten Bantul Tahun 2026 resmi dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul, Muntolib, di MTsN 4 Bantul, Selasa (22/09/2026). Kegiatan tersebut diikuti 1.245 siswa dari 33 madrasah yang terdiri atas 9 madrasah negeri dan 24 madrasah swasta. Pembukaan PKM juga dihadiri Panewu Bantul Kusmardiono, Ketua Panitia PKM Sugeng Muhari, serta unsur TNI/Polri dan tamu undangan lainnya.

 

Kankemenag Bantul

 

Sebanyak 11 cabang perlombaan dilaksanakan di kompleks MTsN 4 Bantul, sedangkan tiga cabang lainnya, yaitu voli, badminton, dan lari, dilaksanakan di lokasi berbeda. Beragam cabang tersebut memberikan kesempatan kepada siswa dengan minat dan kemampuan yang berbeda untuk menunjukkan potensi terbaiknya.

 

Muntolib menyampaikan bahwa PKM merupakan bagian dari upaya memberikan ruang kepada siswa madrasah untuk mengembangkan kemampuan secara lebih seimbang. Menurutnya, pendidikan agama dan sains perlu berjalan beriringan sehingga siswa tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memiliki karakter dan keterampilan yang mendukung perkembangan dirinya.

 

Kankemenag Bantul

 

“Harapannya, anak-anak kita khususnya anak madrasah memiliki kemampuan pendidikan agama dan sains yang baik dan seimbang,” ujar Muntolib.

 

PKM sendiri sebelumnya dikenal dengan nama Aksioma (Ajang Kompetisi Seni dan Olahraga Madrasah). Perubahan menjadi PKM menjadi bagian dari penyelenggaraan kompetisi madrasah yang memberikan ruang lebih luas bagi siswa untuk berpartisipasi dan mengembangkan kemampuan yang dimiliki.

 

Bagi siswa, pengalaman mengikuti kompetisi bukan hanya tentang hasil akhir. Proses mempersiapkan diri, tampil di hadapan orang lain, menerima hasil pertandingan, hingga bertemu dengan siswa dari madrasah lain menjadi pembelajaran yang dapat membentuk keberanian, kedisiplinan, sportivitas, dan mental positif.

 

Kankemenag Bantul

 

Hal tersebut sejalan dengan harapan Panewu Bantul, Kusmardiyono agar semangat dan karakter positif yang dimiliki siswa tetap terjaga melalui kegiatan kompetitif yang sehat. Selain meningkatkan kompetensi siswa madrasah, PKM diharapkan dapat menjadi sarana mempererat silaturahmi antarmadrasah.

 

Dengan demikian, PKM tidak hanya menghadirkan persaingan di antara peserta, tetapi juga pengalaman berharga bagi siswa untuk belajar mengenali kemampuan diri, menghargai orang lain, dan tumbuh melalui proses. Semangat kompetisi pun menjadi bagian dari perjalanan siswa madrasah untuk terus berkembang, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik. (al)