Lestarikan Sastra Jawa melalui Karya, Murid MAN 4 Bantul Luncurkan Buku Cerkak Lelananing Carita Manembayo
Bantul (MAN 4 Bantul) – Kreativitas murid MAN 4 Bantul dalam bidang literasi mewarnai peringatan Bulan Bahasa melalui peluncuran buku cerita cekak (cerkak) berbahasa Jawa berjudul Lelananing Carita Manembayo. Buku tersebut merupakan hasil karya kolaboratif murid kelas X, XI, dan XII sebagai bentuk kecintaan terhadap bahasa dan sastra daerah sekaligus upaya melestarikan budaya Jawa di kalangan generasi muda.
Kehadiran buku ini menjadi salah satu wujud pengembangan budaya literasi di lingkungan madrasah. Melalui karya sastra, murid mendapat ruang untuk menuangkan ide, imajinasi, pengalaman, dan pesan kehidupan dalam bentuk tulisan. Proses tersebut juga menjadi sarana untuk mengenal serta menjaga kekayaan bahasa daerah sebagai bagian dari identitas budaya.
Dalam kesempatan tersebut, dua perwakilan penulis, Erma Suryaning Dyas dan Asya Arman Sofyan, murid kelas XII, menerima piagam penghargaan atas kontribusi mereka dalam penyusunan buku cerkak. Penghargaan diserahkan oleh Kepala MAN 4 Bantul, Syaefulani, bersama Pengawas Madrasah, Sumarna. Prosesi penyerahan turut didampingi Koordinator Literasi MAN 4 Bantul, Retnaningsih, dan guru Bahasa Jawa, Erika Wahyu Andriani.
Guru Bahasa Jawa MAN 4 Bantul, Erika Wahyu Andriani, menjelaskan bahwa penggunaan bahasa Jawa dalam buku tersebut merupakan upaya mendekatkan murid dengan bahasa dan sastra daerah melalui kegiatan literasi yang nyata. Menurutnya, bahasa Jawa memiliki kekayaan kosakata, unggah-ungguh, dan nilai budaya yang penting untuk diwariskan kepada generasi muda.
“Bahasa Jawa memiliki kekayaan kosakata, unggah-ungguh, dan nilai-nilai budaya yang sangat penting untuk diwariskan kepada generasi muda. Melalui buku Lelananing Carita Manembayo, kami ingin menunjukkan bahwa bahasa Jawa tidak hanya digunakan dalam percakapan sehari-hari, tetapi juga dapat menjadi media untuk menyampaikan ide, perasaan, pengalaman, dan pesan kehidupan melalui karya sastra. Kami berharap murid semakin mencintai bahasa daerahnya sekaligus berani berkarya dan menghasilkan tulisan yang bermakna,” ungkap Erika.
Ia menambahkan bahwa proses menulis cerkak dapat mengasah kemampuan berbahasa, memperluas imajinasi, serta melatih murid memahami karakter tokoh dan nilai-nilai kehidupan yang diangkat dalam cerita. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kebiasaan menulis sekaligus memperkuat kecintaan terhadap warisan budaya lokal.
Peluncuran Lelananing Carita Manembayo menjadi bukti bahwa pengembangan literasi di MAN 4 Bantul tidak hanya dilakukan melalui kegiatan membaca, tetapi juga dengan mendorong lahirnya karya. Buku ini diharapkan dapat memperkaya bahan bacaan di madrasah sekaligus menginspirasi murid lainnya untuk terus berkreativitas, berkarya, dan turut melestarikan bahasa serta sastra daerah. (lel/ica)-al