Lompat ke isi utama
MIS Ma'arif Giriloyo 1

Bangun Karakter Religius Sejak Dini, MIS Ma’arif Giriloyo 1 Biasakan Salat Duha, Pembacaan Al Barjanji, dan Saling Memaafkan 

Dikirim oleh Dendy Pramana.P pada 30 October 2026

Bantul (MIS Ma’arif Giriloyo 1) - Suasana khidmat dan penuh kesejukan menyelimuti mushola MIS Ma’arif Giriloyo 1 pada Jumat pagi (30/10/2026). Dengan tertib dan penuh kekhusyukan, siswa-siswi mengikuti kegiatan pembiasaan pagi yang menjadi salah satu upaya madrasah dalam menanamkan nilai-nilai keislaman, membentuk karakter religius, serta membiasakan perilaku mulia dalam kehidupan sehari-hari.


Kegiatan diawali dengan pelaksanaan salat duha berjamaah. Siswa-siswi mengikuti setiap rangkaian ibadah dengan tertib, menciptakan suasana yang tenang dan menyejukkan di lingkungan mushola madrasah. Setelah salat duha, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan Asmaul Husna secara bersama-sama. Lantunan nama-nama Allah Swt. terdengar menggema di dalam mushola, menghadirkan suasana religius sekaligus menjadi sarana bagi peserta didik untuk semakin mengenal dan mengingat kebesaran Allah Swt.


Khusus setiap Jumat, pembiasaan pagi di MIS Ma’arif Giriloyo 1 dilengkapi dengan pembacaan Al-Barzanji bersama. Kegiatan ini diikuti oleh siswa-siswi dengan penuh perhatian dan dipimpin oleh Nasikh Furqoni Adha dan Aji Andaru. Lantunan selawat dan pujian kepada Nabi Muhammad SAW mengisi suasana mushola dengan nuansa religius yang menenteramkan. Melalui kegiatan ini, Siswa-siswi diharapkan semakin mengenal keteladanan Rasulullah SAW, menumbuhkan kecintaan kepada beliau, serta membiasakan diri untuk mengamalkan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.


Ada hal istimewa dalam kegiatan Jumat kali ini. Memasuki Jumat pada pekan keempat, kegiatan pembiasaan pagi dilengkapi dengan tradisi saling memaafkan antarsiswa. Setelah rangkaian kegiatan keagamaan selesai, Siswa-siswi diberi kesempatan untuk saling bersalaman, meminta maaf, dan memaafkan satu sama lain. Suasana haru dan hangat terasa ketika Siswa-siswi saling berjabat tangan. Senyum tulus dan sikap saling menghargai tampak dalam kebersamaan tersebut. Kegiatan sederhana ini memiliki makna mendalam, yakni mengajarkan kepada Siswa-siswi bahwa menjaga hubungan baik dengan sesama merupakan bagian penting dari ajaran Islam.


Melalui pembiasaan ini, madrasah berupaya menanamkan nilai keikhlasan, kerendahan hati, persaudaraan, dan kepedulian terhadap sesama. Siswa-siswi juga belajar bahwa setiap orang dapat melakukan kesalahan, sehingga berani meminta maaf dan bersedia memaafkan menjadi sikap terpuji yang perlu dibiasakan sejak dini.


Dalam kesempatan tersebut, Bu Siti menyampaikan pesan kepada seluruh siswa-siswi agar senantiasa menjaga kerukunan, saling memaafkan, dan mempersiapkan diri menghadapi ujian semester 1 yang akan dilaksanakan sekitar satu bulan lagi.


“Sebulan lagi akan ada ujian semester 1. Silakan anak-anak saling maaf-memaafkan satu sama lain, karena dengan saling memaafkan hidup kita akan dipermudah oleh Allah SWT. dan juga silahkan belajar yang rajin dan sungguh-sungguh, karena satu bulan lagi anak-anak akan memasuki ujian semester 1, persiapkan dimulai dari saat ini,” pesan Bu Siti Asiyah salah satu guru MI Ma’arif Giriloyo 1 kepada Siswa-siswi


Pesan tersebut menjadi pengingat bagi peserta didik bahwa persiapan menghadapi ujian tidak hanya dilakukan dengan belajar secara tekun, tetapi juga dengan menjaga ketenangan hati, memperbaiki hubungan dengan teman, serta membiasakan perilaku yang baik. Dengan hati yang lapang dan semangat belajar yang tinggi, Siswa-siswi diharapkan dapat mengikuti ujian semester dengan lebih siap dan percaya diri.


Nasihat tersebut juga mengandung pesan pendidikan karakter bahwa keberhasilan belajar perlu diimbangi dengan akhlak yang baik. Saling memaafkan, menghormati guru, menyayangi teman, dan bersungguh-sungguh dalam belajar merupakan bagian dari proses membentuk pribadi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.


“Pembiasaan pagi di mushola MIS Ma’arif Giriloyo 1 bukan sekadar rutinitas mingguan, melainkan bagian dari ikhtiar madrasah dalam membangun budaya religius di lingkungan pendidikan. Melalui salat duha, pembacaan Asmaul Husna, pembacaan Al-Barzanji, serta pembiasaan saling memaafkan, harapannya siswa-siswi menyeimbangkan kecerdasan intelektual dengan kekuatan spiritual dan kematangan akhlak”. Ujar Kepala Madrasah Ika Fitriyati.


Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana untuk mempererat ukhuwah Islamiyah di antara siswa-siswi. Kebersamaan yang terjalin di mushola diharapkan dapat terbawa ke dalam kehidupan sehari-hari, baik di kelas, di lingkungan madrasah, maupun di rumah.


Dengan suasana Jumat yang khidmat, MIS Ma’arif Giriloyo 1 terus berkomitmen menanamkan nilai-nilai keislaman melalui pembiasaan nyata. Harapannya, Siswa-siswi tidak hanya tumbuh menjadi generasi yang cerdas dan berprestasi, tetapi juga memiliki hati yang bersih, sikap yang santun, serta kepribadian yang mencerminkan akhlak mulia. (BA)