Kepala Madrasah dan Waka Kurikulum MTsN 6 Bantul Hadiri Bimtek KBC dengan Memanfaatkan Magis
Bantul (MTsN 6 Bantul) – Kepala MTsN 6 Bantul, Sugiyono, bersama Waka Kurikulum, Rina Harwati, menghadiri Bimbingan Teknis (Bimtek) Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) pada Kamis (17/9/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai II Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul tersebut dibuka oleh Kepala Kantor Kemenag Bantul, Muntolib.
Bimtek menghadirkan narasumber Heni Prilantari dan Sumarna. Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi madrasah untuk memperkuat pemahaman sekaligus implementasi KBC dalam seluruh proses pendidikan, termasuk melalui pemanfaatan Magis. Dalam sambutannya, Muntolib menyampaikan bahwa KBC merupakan hasil perenungan Menteri Agama yang menggabungkan nilai agama, pengetahuan, dan lingkungan. “KBC merupakan hasil dari perenungan Menteri Agama mulai dari menggabungkan nilai agama, pengetahuan, dan lingkungan. Oleh karena itu, pelayanan pendidikan yang baik di madrasah tentu sudah berhasil menginsersi nilai-nilai Panca Cinta,” kata Muntolib. Lebih lanjut, Muntolib bertindak membuka acara bimtek.
Sementara itu, Ketua Pokjawas Kemenag Kabupaten Bantul, Mfftakhul Bakhri, turut memberikan penguatan mengenai pentingnya penerapan KBC dalam praktik pendidikan. Menurutnya, implementasi KBC bukan sekadar menambah materi, tetapi merupakan cara pandang, budaya, dan praktik pendidikan yang dilandasi cinta. “Semoga dalam memaknai KBC tidak hanya berhenti pada pemahaman konsep, tetapi harus mampu menerjemahkan nilai KBC dalam pembelajaran, kokurikuler, ekstrakurikuler, dan budaya madrasah serta dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Mfftakhul yang akrab disapa Taul.
Sebagai instruktur nasional KBC, Heni Prilantari menyampaikan bahwa keberhasilan implementasi KBC di madrasah dapat dilihat dari terwujudnya lingkungan pendidikan yang memberikan rasa aman, nyaman, dan mendukung perkembangan peserta didik. “Indikator keberhasilan KBC di madrasah adalah terwujudnya madrasah ramah anak, murid sejahtera, dan seluruh warga ramah lingkungan,” terang Heni. Menurut Heni, ketiga indikator tersebut menjadi bagian penting dalam menerjemahkan nilai-nilai Panca Cinta ke dalam kehidupan madrasah. Implementasi KBC dengan demikian tidak hanya berorientasi pada proses pembelajaran, tetapi juga mencakup terciptanya ekosistem madrasah yang mendukung kesejahteraan murid dan kepedulian terhadap lingkungan.
Bagi MTsN 6 Bantul, keikutsertaan Sugiyono dan Rina Harwati dalam Bimtek menjadi bagian dari upaya memperkuat implementasi KBC secara menyeluruh. Pemahaman yang diperoleh diharapkan dapat ditindaklanjuti dalam pembelajaran, kokurikuler, ekstrakurikuler, serta penguatan budaya madrasah. Pemanfaatan Magis dalam Bimtek juga memberikan wawasan bagi peserta mengenai pemanfaatan teknologi sebagai sarana pendukung implementasi KBC. Melalui pemanfaatan teknologi yang tepat, nilai-nilai KBC diharapkan dapat diterjemahkan secara kreatif dan kontekstual dalam berbagai aktivitas pendidikan di madrasah. (rin)