Kankemenag Bantul Terima Kunjungan dari BDK Semarang, Tinjau Progress Penggerak Ekoteologi
Bantul (Kankemenag) — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul menerima kunjungan Balai Diklat Keagamaan (BDK) Semarang dalam rangka coaching ke-3 Orientasi Penggerak Ekoteologi Tahun 2026, Kamis (20/08/2026). Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala BDK Semarang, Suyatno, bersama tim.
Kedatangan rombongan BDK Semarang diterima oleh Kepala Kankemenag Bantul, Muntolib, di Ruang Rapat Subbag Tata Usaha. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Tim Penggerak Ekoteologi Kankemenag Bantul, Tim Penggerak Ekoteologi MAN 2 Bantul, serta Tim Penggerak Ekoteologi MTsN 2 Bantul.
Dalam kesempatan tersebut, masing-masing tim memaparkan program dan progress penerapan ekoteologi yang telah dilaksanakan di satuan kerja masing-masing. Presentasi disampaikan oleh Isman mewakili Kankemenag Bantul, Puji Lestari dari MAN 2 Bantul, dan Susanti dari MTsN 2 Bantul.
Kepala Kankemenag Bantul, Muntolib, menyampaikan bahwa pembentukan Tim Penggerak Ekoteologi diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan program di lingkungan internal satuan kerja, tetapi mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.
“Kami berharap tim yang sudah dibentuk ini dapat membawa manfaat, terutama dalam penerapan ekoteologi. Pelatihan ini harus mampu memperkuat SDM di Bantul sekaligus memberdayakan masyarakat dan lingkungan sekitar,” ungkap Muntolib.
Menurutnya, ekoteologi perlu diterjemahkan ke dalam aksi nyata yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, nilai-nilai keagamaan dapat berjalan seiring dengan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Sementara itu, Kepala BDK Semarang, Suyatno, memberikan apresiasi terhadap berbagai program yang telah dikembangkan oleh Tim Penggerak Ekoteologi Kankemenag Bantul maupun tim di madrasah. Ia menilai program tersebut menunjukkan adanya upaya untuk menerapkan materi orientasi ke dalam praktik nyata di lingkungan kerja.
“Kami mengapresiasi program-program ekoteologi yang sudah dilaksanakan di Kankemenag Bantul maupun di madrasah. Harapannya, apa yang sudah dilakukan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi satuan kerja masing-masing, tetapi juga dapat menjadi inspirasi bagi madrasah dan instansi lainnya,” tutur Suyatno.
Usai pemaparan program dan progress, Suyatno bersama tim BDK Semarang berkesempatan meninjau secara langsung penerapan ekoteologi di MTsN 2 Bantul dan MAN 2 Bantul. Kunjungan lapangan tersebut menjadi bagian dari coaching untuk melihat implementasi program sekaligus memberikan penguatan terhadap langkah-langkah yang telah dilakukan oleh masing-masing tim.
Melalui coaching ke-3 ini, Kankemenag Bantul terus mendorong agar Orientasi Penggerak Ekoteologi tidak sekadar menjadi kegiatan pelatihan, tetapi berkembang menjadi gerakan yang mampu memperkuat sumber daya manusia, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, serta memberikan dampak positif bagi masyarakat di sekitar satuan kerja. (Dnd)