Lompat ke isi utama
IK3B

Kakan Kemenag Bantul Berikan Pembinaan di Forum Pertemuan Kepala KUA se-Kabupaten Bantul

Dikirim oleh Dendy Pramana.P pada 20 August 2026

Bantul (IK3B) - Ikatan Kepala KUA Kabupaten Bantul (IK3B) selenggarakan pertemuan di Warung Makan Mbah Janthuk Ngireng-ireng Sidomulyo Bambanglipuro Bantul, Rabu  (20/08/2026) dengan tuan rumah, Abdullah Mahfudz Tsani Hadi Santosa, Kepala KUA Bambanglipuro. 


Ketua IK3B, Mustafid Amna menyampaikan bahwa pertemuan ini sebagai ajang silaturahmi dan komunikasi antar kepala KUA se kabupaten Bantul dan juga untuk menyikapi berbagai isu hangat dan peristiwa aktual terkait dinamika ketugasan di lingkungan KUA.


Kasi Bimas Kemenag Bantul, Sugito memaparkan perlunya para kepala KUA untuk responsif, terus belajar dan aktif dalam mengikuti berbagai isu yang muncul ke permukaan dan mampu bersikap bijak dalam merespon keluhan masyarakat terutama seputar nikah siri yang masih terus terjadi. Disampaikan pula terkait progres pemeliharaan gedung KUA, sudah adanya Penyelenggara  Zakat dan Wakaf yang definitif, informasi pembelian tanah KUA, mutasi para pelaksana dan juga penyuluh agama, serta proses rehabilitasi gedung KUA Imogiri dan Pusat Arsip yang ada di Pundong. 


Kakan Kemenag Bantul, Muntolib dalam pembinanaannya menyampaikan regulasi dan dinamika terkait pengadaan tanah untuk KUA, upaya penguatan untuk mendukung suksesnya program ekoteologi yang merupakan program Kementerian Agama, peningkatan performance layanan KUA, serta perkembangan penyempurnaan Standart Operasional Prosedur (SOP) untuk layanan KUA. SOP adalah seperangkat dokumen tertulis berisi panduan langkah demi langkah yang harus diikuti oleh para pegawai untuk menyelesaikan pekerjaan secara konsisten, efektif, dan efisien. SOP sangat penting dalam sebuah institusi karena berfungsi untuk menyamakan cara kerja dan meminimalkan kesalahan.


Acara pertemuan berlangsung lancar, hangat dan dinamis. Aneka problematika yang mengemuka dan muncul di lingkungan kerja maupun di tengah masyarakat dibahas dengan cermat, kritis dan solutif. Dialog berlangsung intensif sambil menikmati suasana alam pedesaan dan sajian aneka menu kuliner khas “ndeso”yang enak dan mengundang selera. (Hanafi)

IK3B