Siapkan Apresiasi Tahfidz dan Pelepasan Siswa Kelas XII, MAN 3 Bantul Gelar Rapat Koordinasi
Bantul (MAN 3 Bantul) – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Bantul bersiap menggelar agenda akbar tahunan "Apresiasi Tahfidz dan Pelepasan Siswa Kelas XII Tahun Ajaran 2025/2026". Dalam rapat koordinasi yang digelar Senin (13/04/2026), madrasah ini menginisiasi tradisi baru dengan menggandeng pimpinan perguruan tinggi guna memperkuat motivasi akademik dan religius para lulusannya.
Kepala Madrasah, Suyanto dalam arahannya menekankan pentingnya membangun relasi strategis dengan institusi pendidikan tinggi. Ia mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta untuk hadir memberikan sambutan langsung di depan para wisudawan. Langkah ini diambil agar siswa memiliki gambaran nyata mengenai figur pemimpin akademis yang juga menjaga nilai-nilai Al-Qur'an.
"Kami ingin menghadirkan suasana berbeda setiap tahunnya. Kehadiran tokoh pimpinan perguruan tinggi bukan sekadar seremonial, melainkan upaya mendekatkan ruang akademik kepada siswa. Kami ingin mereka termotivasi melihat sosok Rektor yang bisa hadir langsung di madrasah, sehingga gelar atau jabatan tersebut terasa dekat dan bisa dicapai oleh mereka kelak," ujar Suyanto di hadapan seluruh panitia dan manajemen madrasah.
Selain penguatan relasi perguruan tinggi, rapat tersebut juga membahas standarisasi baru terkait kriteria siswa berprestasi. Madrasah kini menerapkan sistem skor yang lebih komprehensif (Siswa Teladan) yang mencakup aspek hafalan Al-Qur'an (5 hingga 30 juz), prestasi kejuaraan, keterlibatan dalam organisasi seperti OSIM dan Pramuka, hingga keaktifan sebagai Paskibraka. Inovasi ini dilakukan untuk memastikan apresiasi diberikan secara objektif dan mencakup seluruh potensi bakat siswa.
Aspek kesantunan dan identitas madrasah juga menjadi sorotan utama. Untuk menjaga marwah wisuda tahfidz, madrasah mewajibkan penggunaan jubah atau toga bagi peserta didik guna menghindari kesan pakaian yang terlalu ketat atau tidak sesuai dengan nilai kesopanan. Hal ini bertujuan agar saat penyematan selempang tahfidz, aura religiusitas tetap terjaga tanpa mengurangi nilai estetika prosesi wisuda purna siswa.
Menutup koordinasi, seluruh seksi mulai dari bagian perlengkapan hingga konsumsi menyatakan kesiapannya untuk menyukseskan acara yang direncanakan menggunakan 11 unit tenda dan kapasitas 500 kursi ini. Dengan persiapan yang matang dan integrasi antara program tahfidz serta akademik, MAN 3 Bantul optimis pelepasan tahun ini akan menjadi momentum keberkahan bagi seluruh sivitas akademika dan lulusannya.(Ris/sum)