Lompat ke isi utama
MAN 4 Bantul

Sarasehan MAN 4 Bantul, Memantapkan Langkah Menuju Madrasah Berprestasi Global

Dikirim oleh liana pada 2 February 2026

Bantul (MAN 4 Bantul) – Rangkaian kegiatan Temu Alumni dan Sarasehan MAN 4 Bantul kembali menghadirkan ruang refleksi dan inspirasi melalui sarasehan yang dilaksanakan di Aula MAN 4 Bantul pada Sabtu (17/01/2026). Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam upaya menumbuhkan semangat kebersamaan sekaligus merumuskan langkah-langkah strategis untuk mendorong kemajuan madrasah agar mampu berprestasi dan dikenal di tingkat global.

 

Sarasehan tersebut menghadirkan Ahmad Machrusun, S.Ag., M.A., alumni angkatan 1994 yang saat ini mengemban amanah sebagai Ketua Tim Kelembagaan Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Tengah, sebagai narasumber. Diskusi berlangsung secara interaktif dengan dipandu oleh H. Wardani, yang juga merupakan alumni angkatan 1994. Kesamaan angkatan antara narasumber dan moderator menumbuhkan kedekatan emosional serta memperkuat substansi pesan yang disampaikan.

 

Dalam pemaparannya, Ahmad Machrusun menegaskan bahwa kemajuan madrasah tidak dapat dicapai secara instan, melainkan melalui strategi yang terencana dan melibatkan seluruh unsur. Ia memaparkan empat kunci utama dalam upaya memajukan dan mensejahterakan madrasah agar mampu berprestasi hingga tingkat dunia. Pertama, penguatan kerja tim antara guru, peserta didik, dan alumni sebagai fondasi utama. Kedua, pembangunan jejaring alumni yang kuat dan berkelanjutan. Ketiga, penguatan kolaborasi melalui pemberdayaan seluruh unsur yang ada. Keempat, pengembangan inovasi agar madrasah senantiasa adaptif terhadap dinamika perubahan zaman.

 

“Madrasah akan berkembang apabila seluruh unsur bergerak bersama. Guru, peserta didik, dan alumni harus menjadi satu tim yang saling menguatkan dan terus berinovasi. Dengan jejaring alumni yang kokoh serta kolaborasi yang nyata, madrasah tidak hanya akan sejahtera, tetapi juga mampu berprestasi hingga tingkat global,” tegas Ahmad Machrusun.

 

Sarasehan ini memperoleh sambutan antusias dari para peserta karena tidak hanya menghadirkan nuansa nostalgia, tetapi juga menyajikan wawasan strategis yang relevan dengan tantangan pendidikan masa kini dan masa mendatang. (lel/ica)-al