Perkuat Sinergi Ekoteologi, Kankemenag Bantul Gandeng DLH Wujudkan Gerakan Peduli Lingkungan
Bantul (Kankemenag Bantul) – Komitmen membangun budaya peduli lingkungan terus diperkuat oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul. Melalui Tim Penggerak Ekoteologi, Kankemenag Bantul melakukan audiensi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bantul pada Senin (29/06/2026) guna membangun sinergi dalam pelaksanaan berbagai program pelestarian lingkungan.
Rombongan Kankemenag Bantul dipimpin oleh Kepala Subbagian Tata Usaha, Aminuddin, didampingi Analis SDM Aparatur Ahli Muda, Isman, bersama anggota Tim Penggerak Ekoteologi. Kehadiran rombongan diterima oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul, Bambang Purwadi Nugroho, beserta jajaran.
Dalam sambutannya, Aminuddin menyampaikan bahwa pembentukan Tim Penggerak Ekoteologi merupakan tindak lanjut dari program prioritas Kementerian Agama yang menjadi arahan Menteri Agama dan Balai Diklat Keagamaan. Program tersebut bertujuan menumbuhkan kesadaran dan budaya ramah lingkungan di lingkungan Kementerian Agama, baik di madrasah, Kantor Urusan Agama (KUA), maupun rumah ibadah.
Ia menjelaskan, berbagai langkah telah mulai dijalankan, di antaranya gerakan penanaman pohon matoa, kegiatan bersih-bersih rumah ibadah sebagai implementasi nilai-nilai ekoteologi, serta pembiasaan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan budaya konsumsi yang lebih ramah lingkungan. Selain itu, Kankemenag Bantul juga berencana menyosialisasikan program Ekoteologi melalui podcast agar semakin dikenal masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Bambang Purwadi Nugroho menyambut baik inisiatif Kankemenag Bantul. Menurutnya, kolaborasi lintas instansi menjadi strategi penting di tengah keterbatasan anggaran dan banyaknya program yang harus dijalankan.
"DLH sangat mengapresiasi hadirnya program Ekoteologi karena sejalan dengan upaya pengurangan sampah, khususnya sampah plastik. Pendidikan menjadi salah satu sektor yang sangat potensial untuk membangun budaya peduli lingkungan sejak dini," ujarnya.
Kepala DLH itu juga menjelaskan bahwa Kabupaten Bantul saat ini masih menghadapi berbagai tantangan dalam pengelolaan sampah, terutama pada masa transisi pascapenutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan. Oleh karena itu, upaya pengurangan sampah dari sumbernya, penguatan bank sampah, serta penerapan biopori dan losida menjadi langkah yang terus didorong.
Dalam diskusi tersebut turut dibahas pengelolaan limbah dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), pemilahan sampah sejak dini, hingga pengembangan sekolah berbudaya lingkungan melalui Program Adiwiyata. DLH juga mendorong satuan pendidikan agar mampu mengelola limbah secara mandiri sehingga memiliki nilai lingkungan sekaligus nilai ekonomis.
Audiensi berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi. Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk menyusun program teknis bersama antara Kankemenag Bantul dan DLH Kabupaten Bantul dalam mendukung terwujudnya budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan di Kabupaten Bantul. (al)