Lompat ke isi utama
MAN 4 Bantul

Perkuat Karakter Siswi, MAN 4 Bantul Gelar Kajian Fiqhun Nisa’ Bertema Urgensi Kejujuran

Dikirim oleh liana pada 1 April 2026

Bantul (MAN 4 Bantul) — Langit siang di MAN 4 Bantul pada Jumat (06/03/2026) terasa teduh. Di mushala madrasah, langkah para siswi berjalan rapi menuju saf salat. Siang itu bukan sekadar waktu untuk menunaikan salat Dhuhur berjamaah, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran hati melalui kajian Fiqhun Nisa’ yang sarat makna.

 

Seluruh siswi MAN 4 Bantul bersama para guru dan pegawai mengikuti kegiatan tersebut dengan khidmat. Usai salat Dhuhur berjamaah, suasana mushala tetap dipenuhi perhatian. Di hadapan para siswi, guru Bimbingan Konseling, Sudarsih, memberikan pembekalan tentang pentingnya kejujuran dalam kehidupan seorang muslimah.

 

Dengan bahasa yang sederhana namun menyentuh, Sudarsih mengajak para siswi memahami bahwa kejujuran tidak hanya sebatas berkata benar, tetapi juga mencerminkan kebersihan hati dan integritas diri. Ia menekankan bahwa kejujuran harus hadir dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari hati, perilaku, ucapan, hingga tindakan sehari-hari.

 

Ia juga menyoroti pentingnya kejujuran dalam dunia pendidikan. Menurutnya, bagi seorang pelajar, kejujuran merupakan fondasi utama dalam proses belajar, baik saat mengerjakan tugas maupun menghadapi ujian. Prestasi yang dibangun di atas kejujuran akan melahirkan pribadi yang kuat dan dapat dipercaya.

 

“Kejujuran adalah cahaya dalam diri seorang muslimah. Ia harus hadir dalam hati, perkataan, perbuatan, bahkan dalam cara kita belajar dan bekerja. Jika kita menjaga kejujuran, maka kepercayaan orang lain dan keberkahan hidup akan mengikuti,” tutur Sudarsih.

 

Para peserta tampak menyimak dengan penuh perhatian. Melalui kegiatan ini, layanan Bimbingan dan Konseling MAN 4 Bantul berharap para siswi tidak hanya memahami fikih perempuan secara teori, tetapi juga mampu menginternalisasi nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari.

 

Di tengah keheningan mushala siang itu, pesan tentang kejujuran mengalir lembut namun kuat, menjadi bekal berharga bagi para siswi untuk tumbuh sebagai generasi muslimah yang berintegritas. (lel/ica)-al