Lompat ke isi utama
MA Madania

MA Madania Berbagi Praktik Baik SKPI Digital di MA Darul Mushlihin

Dikirim oleh Dendy Pramana.P pada 6 June 2026

Bantul (MA Madania Bantul) - Inovasi pendidikan akan memiliki makna yang lebih besar ketika manfaatnya dapat dibagikan dan menginspirasi satuan pendidikan lainnya. Semangat itulah yang mengiringi kegiatan Sosialisasi dan Berbagi Praktik Baik SKPI (Surat Keterangan Pendamping Ijazah) Digital yang dilaksanakan di MA Darul Mushlihin Bantul, sebagai bagian dari upaya memperluas pemahaman tentang pentingnya pengakuan capaian siswa secara lebih holistik. Kegiatan dilaksanakan pada  Sabtu (06/06/2026) dihadiri peserta guru dan tenaga kependidikan MA Darul Mushlihin. Hadir membersamai kepala madrasah, Andri Efriadi dan pengawas Pembina kankemenag Bantul, Widi Hastuti.


Kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi tersebut menghadirkan Kepala MA Madania Bantul, Anis Fatiha, selaku penggagas inovasi SKPI Digital. Dalam kesempatan tersebut, peserta diajak melihat bagaimana sebuah inovasi sederhana dapat menjawab kebutuhan nyata madrasah dalam mendokumentasikan perjalanan, potensi, dan kontribusi peserta didik yang selama ini belum sepenuhnya tergambarkan dalam ijazah.


Anis Fatiha menjelaskan bahwa SKPI Digital lahir dari pengalaman mendampingi siswa yang memiliki beragam potensi, namun sering kali hanya dikenal melalui angka akademik semata.


“Banyak siswa yang tumbuh menjadi penggerak kegiatan sosial, aktif berorganisasi, terlibat dalam kegiatan keagamaan, memiliki keterampilan tertentu, dan berkontribusi bagi lingkungan sekitar. Semua proses itu adalah bagian dari pendidikan yang perlu dicatat, dihargai, dan diakui,” jelas Anis.

MA Madania


Melalui sesi praktik baik, peserta diperkenalkan pada konsep dasar SKPI Digital, alur pengelolaan data, sistem validasi berbasis bukti (evidence-based), hingga pemanfaatan teknologi digital untuk menghasilkan profil lulusan yang lebih komprehensif. Berbagai fitur dan contoh implementasi juga dipaparkan sebagai gambaran penerapan inovasi di lingkungan madrasah.


Menariknya, diskusi tidak hanya berfokus pada aspek teknis aplikasi, tetapi juga menyentuh filosofi pendidikan yang melatarbelakangi lahirnya SKPI Digital. Para peserta diajak merefleksikan pentingnya menghadirkan sistem pendidikan yang tidak hanya menilai hasil, tetapi juga menghargai proses tumbuh kembang siswa.


Kepala MA Darul Mushlihin, Andri Efriadi menyambut baik kegiatan tersebut dan mengapresiasi upaya MA Madania Bantul dalam berbagi pengalaman serta praktik baik yang dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan layanan pendidikan madrasah.


Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa transformasi pendidikan tidak selalu harus dimulai dari program besar dan biaya tinggi. Dengan semangat kolaborasi, kreativitas, dan keberpihakan kepada kebutuhan siswa, madrasah dapat menghadirkan inovasi yang berdampak nyata bagi peningkatan mutu layanan pendidikan. (Ans)