Lompat ke isi utama
MAN 3 Bantul

Penguatan Literasi Fikih Ibadah: MAN 3 Bantul Matangkan Manajemen Strategis Simulasi Manasik Haji Kelas X

Dikirim oleh Dendy Pramana.P pada 17 April 2026

Bantul (MAN 3 Bantul) – Sebagai manifestasi dari implementasi kurikulum berbasis praktik yang komprehensif, MAN 3 Bantul menggelar koordinasi lintas sektoral guna memantapkan persiapan kegiatan simulasi Manasik Haji bagi siswa kelas X. Pertemuan yang berlangsung pada Kamis (16/04/2026) di ruang rapat utama ini, memfokuskan pada sinkronisasi teknis dan substantif demi menjamin kualitas edukasi spiritual yang terukur.


Kegiatan koordinasi ini merupakan urgensi akademik untuk mentransformasikan pemahaman teoretis siswa menjadi kompetensi praktis. Panitia pelaksana membedah setiap tahapan ritual haji mulai dari teknis miqat, dinamika tawaf dan sa’i, hingga esensi wukuf di Arafah dengan pendekatan yang mengedepankan akurasi syariat sekaligus kenyamanan operasional di lapangan.


Kepala MAN 3 Bantul, Suyanto menegaskan bahwa Manasik Haji di tingkat madrasah adalah laboratorium karakter yang sangat efektif. "Kami tidak hanya merancang simulasi fisik, tetapi sedang membangun memori spiritual. Koordinasi intensif ini memastikan bahwa setiap guru pendamping mampu menjadi fasilitator yang mumpuni dalam menyampaikan filosofi pengorbanan dan kesabaran, sehingga siswa tidak sekadar bergerak secara mekanis, namun meresapi nilai-nilai ketauhidan yang mendalam," jelasnya.


Rapat koordinasi ini juga menelaah manajemen risiko dan mitigasi di lapangan, termasuk pengaturan alur massa siswa untuk menghindari penumpukan pada titik-titik krusial simulasi. Penekanan pada aspek micro-management ini menunjukkan profesionalisme madrasah dalam menyelenggarakan kegiatan luar kelas yang aman, tertib, dan bernilai edukasi tinggi.


Dengan adanya sinergi yang solid antar-lini, MAN 3 Bantul optimis bahwa kegiatan Manasik Haji tahun ini akan menjadi instrumen penting dalam mewujudkan visi madrasah yang unggul dalam prestasi dan kuat dalam karakter religius. Publikasi ini diharapkan menjadi referensi praktik baik (best practice) dalam pengelolaan kegiatan kesiswaan yang integratif di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul. (Ris)