Ortala Kementerian Agama RI Lakukan Monitoring dan Evaluasi Agen Perubahan di MAN 2 Bantul
Bantul (MAN 2 Bantul) - Ortala (Organisasi dan Tata Laksana) Kantor Kementerian Agama Republik Indonesia melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap pelaksanaan program agen perubahan di MAN 2 Bantul. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 26 November 2025 ini menjadi bagian dari upaya Kementerian Agama untuk memastikan implementasi reformasi birokrasi, khususnya pada area manajemen perubahan, berjalan optimal di satuan kerja madrasah.
Kedatangan tim Ortala diwakili oleh Anggi Laksono, yang disambut hangat oleh Plt Kepala Tata Usaha MAN 2 Bantul bersama 11 Agen Perubahan MAN 2 Bantul, yaitu: Fitria Endang Susana, Nurjanah, Is Dwiyanti, Nurhayati, Ihsan Taufiq Hidayanto, Purwosusilo, Try Nur Fauzy, Si Suharyanti, Tujilah, Hardi Santoso, dan Karlina. Pertemuan berlangsung di Ruang Kepala MAN 2 Bantul dalam suasana kondusif dan komunikatif.
Monitoring dan evaluasi ini dilatarbelakangi oleh pelaksanaan program agen perubahan yang telah berjalan selama dua tahun di MAN 2 Bantul. Sebagai salah satu madrasah yang aktif dalam pengembangan reformasi birokrasi, MAN 2 Bantul telah menjalankan berbagai inisiatif perubahan, baik dalam aspek pelayanan, tata kelola, maupun budaya kerja. Ortala Kemenag RI perlu memastikan bahwa seluruh proses tersebut berjalan sesuai pedoman, memberikan dampak nyata, serta terdokumentasi dengan baik.
Dalam arahannya, Anggi Laksono menyampaikan bahwa evaluasi bukan semata untuk menilai, tetapi juga untuk memperkuat dan mengembangkan kualitas program agar lebih relevan dengan kebutuhan organisasi. “Agen perubahan adalah motor penggerak budaya kerja yang lebih baik. Kemenag ingin memastikan bahwa setiap inisiatif yang dilaksanakan benar-benar membawa manfaat bagi madrasah dan layanan publik,” ujarnya dalam sesi pembukaan. Pelaksanaan monev dilakukan melalui dua metode utama. Pertama, wawancara langsung antara Anggi Laksono dengan masing-masing agen perubahan. Dalam sesi ini, setiap agen diminta menjelaskan program, capaian, kendala, serta dampak dari kegiatan perubahan yang mereka lakukan. Suasana wawancara berlangsung interaktif, dengan fokus pada keberlanjutan dan konsistensi kontribusi agen dalam memperbaiki tata kelola madrasah.
Kedua, dilakukan pemeriksaan dokumen berupa proposal dan laporan kegiatan agen perubahan selama dua tahun terakhir. Anggi Laksono menelaah kelengkapan administrasi, kesesuaian format, serta inovasi yang telah dijalankan. Ia memberikan sejumlah catatan konstruktif, terutama terkait penajaman indikator kinerja dan pelaporan hasil. Dalam evaluasinya, Anggi menekankan pentingnya keberlanjutan inovasi, bukan hanya pelaksanaan kegiatan sesaat. “Perubahan yang berdampak selalu ditandai dengan dokumentasi yang baik, proses yang terukur, dan keterlibatan seluruh unsur madrasah. Ini yang terus kita dorong,” jelasnya.
Salah satu poin penting dalam monev kali ini adalah arahan resmi dari Ortala agar MAN 2 Bantul mengunggah seluruh proposal dan laporan agen perubahan ke aplikasi SIAPE (Sistem Informasi Agen Perubahan). Selama ini, sebagian dokumen telah tersimpan secara fisik dan digital internal, namun Anggi menegaskan bahwa SIAPE menjadi pusat data nasional yang wajib diisi untuk memastikan keterpaduan laporan reformasi birokrasi di lingkungan Kementerian Agama.
“Ke depan, setiap agen perubahan wajib memasukkan seluruh dokumennya ke SIAPE. Ini penting untuk akuntabilitas dan pemantauan nasional. Selain itu, SIAPE memudahkan proses evaluasi dan penilaian kinerja pada tingkat kementerian,” tambah Anggi. Instruksi tersebut disambut baik oleh para agen perubahan dan Plt Kepala TU, yang langsung menyampaikan komitmen untuk melakukan sinkronisasi dan pengunggahan dokumen sesuai arahan.
Kegiatan monitoring dan evaluasi ini meneguhkan komitmen MAN 2 Bantul dalam memperkuat budaya kerja yang profesional, akuntabel, dan berorientasi layanan. Para agen perubahan menyampaikan kesiapan untuk terus menjadi role model, inspirator, dan penggerak dalam berbagai inisiatif peningkatan kualitas madrasah. Plt Kepala Tata Usaha MAN 2 Bantul mengapresiasi kunjungan Ortala Kemenag RI dan menilai kegiatan ini sangat bermanfaat untuk perbaikan internal. Ia berharap hasil monev dapat menjadi pendorong semangat para agen perubahan dalam menjalankan program yang berdampak nyata. Dengan terlaksananya kegiatan ini, MAN 2 Bantul kembali menegaskan diri sebagai madrasah yang adaptif, terbuka terhadap evaluasi, dan siap berkontribusi dalam gerakan reformasi birokrasi Kementerian Agama menuju layanan pendidikan yang lebih baik./fitria