MAN 2 Bantul Tunjukan Prestasi di Niscala Swara Festival Art Nasional UNY, Teater Gamelan Jadi Sorotan Penuh Makna
Bantul (MAN 2 Bantul) — Torehan prestasi membanggakan kembali dipersembahkan MAN 2 Bantul di tingkat nasional. Madrasah ini sukses meraih juara dalam Lomba Teater Niscala Swara Festival Art yang digelar oleh Universitas Negeri Yogyakarta. Mengusung tema “Tradisi yang Hilang: Pejuang Tradisi dan Tradisi Masa Depan”, ajang ini menantang peserta untuk mengangkat kembali nilai-nilai budaya dalam balutan seni pertunjukan yang kreatif dan relevan.
Dalam kompetisi tersebut, MAN 2 Bantul tampil memikat lewat pertunjukan teater yang menjadikan musik gamelan sebagai ruh utama cerita. Harmoni antara akting panggung, alunan musik tradisional, dan pesan budaya yang kuat berhasil menciptakan sajian yang menyentuh sekaligus berkarakter, hingga mengantarkan mereka unggul di antara peserta lain dalam penilaian nasional berbasis konten daring.
Pementasan ini diperkuat oleh deretan siswa berbakat yang menghidupkan setiap karakter dengan apik. Selnadia tampil sebagai Iswari, Zaki memerankan Pak Darso, Irfan sebagai Pak RT, Yafi sebagai Pak Herman, Gezywa sebagai Jesika, Wangi Cahyaningsih sebagai Angel, Rara sebagai Lola, serta Naifa sebagai Ibu Asih. Setiap peran dirajut dengan penghayatan mendalam, membangun kisah tentang perjuangan menjaga tradisi di tengah derasnya arus modernisasi.
Kesuksesan ini tidak lepas dari sentuhan kreatif Riyadi Setyawan sebagai sutradara sekaligus penata musik yang menghidupkan gamelan menjadi elemen dramatik yang kuat. Sementara itu, naskah dan pembimbingan digarap oleh Janik Munandari yang turut merancang konsep visual dan alur cerita secara matang.
Kepala madrasah, Nur Hasanah Rahmawati, menyampaikan apresiasi atas pencapaian tersebut. Ia menegaskan bahwa kemenangan ini bukan sekadar prestasi, tetapi juga bukti bahwa siswa madrasah mampu menjadi pelestari sekaligus inovator budaya bangsa.
Berkat capaian ini, MAN 2 Bantul berhak melangkah ke puncak penghargaan yang akan digelar di Taman Budaya Yogyakarta pada 13 Mei 2026 mendatang. Di panggung tersebut, para juara akan menampilkan karya terbaik mereka dalam perayaan seni pertunjukan tingkat nasional.
Prestasi ini menegaskan bahwa dari lingkungan madrasah lahir generasi kreatif yang tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga mampu menghidupkannya kembali dengan cara yang segar, kuat, dan sarat makna untuk masa depan.
/rys