Lompat ke isi utama
MAN 3 Bantul

Internalisasi Nilai Idiologis Pancasila, MAN 3 Bantul Peringati Hari Lahir Pancasila 

Dikirim oleh Dendy Pramana.P pada 2 June 2026

Bantul (MAN 3 Bantul) – MAN 3 Bantul berkomitmen dalam menumbuhkan semangat kebangsaan dan mengokohkan fondasi moral generasi muda. Dalam momen spesial Hari Lahir Pancasila, MAN 3 Bantul menggelar upacara bendera, Selasa (02/06/2026). Kegiatan yang berlangsung khidmat di halaman madrasah tersebut diikuti oleh kepala madrasah, jajaran guru, tenaga kependidikan, serta murid MAN 3 Bantul.

 

Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Kepala MAN 3 Bantul, Suyanto dalam amanatnya memberikan apresiasi tinggi terhadap performa para petugas upacara yang dinilai taktis dan terstruktur. Lebih dari sekadar seremonial,  Suyanto memanfaatkan momentum ini sebagai ruang refleksi untuk menginternalisasi nilai kedisiplinan kepada murid. Menurutnya, disiplin merupakan indikator utama dari manifestasi nilai-nilai Pancasila di lingkungan pendidikan.

 

“Disiplin adalah napas dan fondasi utama dari seluruh aktivitas di madrasah. Kesadaran untuk langsung berbaris rapi tanpa harus diarahkan secara berulang merupakan bentuk konkret dari pengamalan nilai tanggung jawab. Begitu pula kepatuhan dalam mengenakan seragam. Hal ini mencerminkan soliditas, keseragaman visi, dan rasa bangga terhadap institusi,” tegas Suyanto.

 

Memasuki agenda inti, Inspektur Upacara membacakan amanat resmi Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang pada tahun ini mengusung tema "Pancasila Pemersatu Bangsa, Pondasi Perdamaian Dunia." Melalui pidato tersebut, Suyanto menggarisbawahi peran strategis Pancasila sebagai jangkar moral (moral anchor) bangsa dalam menghadapi turbulensi global, mulai dari distruksi teknologi hingga dinamika geopolitik internasional.

MAN 3 Bantul


Pancasila dinilai memiliki dimensi kontekstual yang kuat untuk menjawab tantangan zaman.

Merujuk pada amanat konstitusi Pembukaan UUD 1945, Indonesia memiliki tanggung jawab moral untuk aktif dalam ketertiban dunia melalui diplomasi yang berbasis pada nilai musyawarah mufakat dan keadilan sosial. Hal ini diwujudkan nyata lewat kontribusi pasukan perdamaian serta konsistensi menyuarakan hak-hak bangsa yang tertindas.


Di tingkat lokal dan institusional, pidato Kepala BPIP tersebut menjadi seruan penting bagi para pendidik dan generasi muda untuk menjadikan Pancasila sebagai living ideology (ideologi yang hidup dan dipraktikkan). Seluruh elemen madrasah diajak untuk membentengi diri dari arus intoleransi dan radikalisme yang dapat menggerus harmonisasi kebangsaan.


Upacara peringatan ini ditutup dengan khidmat melalui pembacaan doa. Melalui momentum Hari Lahir Pancasila 2026, MAN 3 Bantul berkomitmen untuk terus mencetak generasi islami yang tidak hanya unggul secara akademik, namun juga memiliki spirit nasionalisme yang berakar kuat pada nilai-nilai luhur Pancasila demi terwujudnya Indonesia yang damai dan berkeadilan. (ris/sal)

MAN 3 Bantul