Langkah Maju Literasi Digital! MAN 2 Bantul Uji Coba “Ebook Titik Baca” yang Praktis dan Inovatif
Bantul (MAN 2 Bantul) — Transformasi literasi berbasis teknologi terus digaungkan oleh MAN 2 Bantul. Pada Rabu (15/4/26), madrasah ini melaksanakan uji coba perpustakaan digital bertajuk Ebook Titik Baca, sebuah inovasi yang dirancang untuk menghadirkan akses bacaan yang lebih mudah, modern, dan efisien bagi seluruh warga sekolah.
Dalam tahap awal ini, para guru dilibatkan sebagai pengguna pertama untuk menguji sistem sekaligus memberikan masukan. Menariknya, Ebook Titik Baca mengusung konsep sederhana namun canggih—tanpa perlu mengunduh aplikasi, pengguna cukup memindai barcode untuk langsung terhubung ke layanan. Akses ini dapat digunakan dalam radius 100 meter dari titik yang telah ditentukan.
Di lingkungan MAN 2 Bantul, pusat akses ditempatkan secara strategis di area tiang bendera, sehingga mampu menjangkau berbagai sudut sekolah. Hal ini memudahkan guru dan siswa mengakses koleksi buku digital dari kelas, perpustakaan, maupun area lainnya.
Selama uji coba berlangsung, para guru tampak antusias menjelajahi sistem dari berbagai lokasi. Sebagian besar berhasil mengakses layanan dengan lancar dan mulai mengeksplorasi koleksi buku digital yang tersedia. Meski begitu, beberapa kendala teknis masih ditemukan dan menjadi bahan evaluasi untuk penyempurnaan sistem ke depan.
Untuk memastikan kelancaran proses, tim pengembang melalui perwakilannya, Budi, hadir memberikan pendampingan langsung. Ia membantu mengidentifikasi permasalahan sekaligus memberikan solusi agar sistem dapat diakses secara optimal oleh seluruh pengguna.
Kepala Perpustakaan MAN 2 Bantul, Tujilah, menyambut positif inovasi ini. “Ebook Titik Baca menjadi langkah nyata dalam memperluas akses literasi. Dengan sistem yang praktis, kami berharap minat baca guru dan siswa semakin meningkat seiring perkembangan teknologi,” ujarnya.
Melalui uji coba ini, MAN 2 Bantul optimistis dapat segera menyempurnakan berbagai kendala teknis yang ada. Ke depan, Ebook Titik Baca diharapkan menjadi salah satu program unggulan dalam membangun budaya literasi digital serta menciptakan ekosistem pembelajaran yang adaptif, inovatif, dan relevan dengan tuntutan zaman.
/rys