Lompat ke isi utama
x
MTsN 7 Bantul

Kasi Dikmad Kemenag Bantul: Pentingnya Adaptasi Ekologi dan Nilai Teologi di Era Perubahan Global

Dikirim oleh liana pada 29 April 2026

Bantul (MTsN 7 Bantul) – Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Dikmad) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul, Ahmad Musyadad, menekankan pentingnya kemampuan beradaptasi terhadap perubahan lingkungan yang semakin dinamis. Hal tersebut disampaikannya dalam sambutan pembukaan kegiatan Pelatihan Menulis Puisi Bertema Ekoteologi bagi Guru MTs Kabupaten Bantul yang berlangsung di Waroeng Omah Sawah, Bantul, Selasa (28/4).

 

Dalam arahannya, Ahmad Musyadad menyoroti perubahan dunia yang sangat signifikan dibandingkan dengan masa lalu. Ia menyampaikan bahwa tantangan lingkungan saat ini menuntut setiap individu, termasuk tenaga pendidik, untuk memiliki kesadaran ekologis yang tinggi.

 

“Dunia telah berubah dan berbeda dengan masa kecil kita dahulu. Oleh karena itu, diperlukan kemampuan beradaptasi terhadap lingkungan atau ekologi. Hubungan antara lingkungan dan Tuhan merupakan keterkaitan yang erat dan tidak dapat dipisahkan,” ujar Ahmad Musyadad di hadapan para peserta.

 

Kegiatan ini diikuti secara antusias oleh para guru madrasah di lingkungan Kabupaten Bantul. Di antara peserta, hadir pula perwakilan guru Bahasa Indonesia dari MTsN 7 Bantul, yaitu Siti Nurul Khusna, Meta Rahmaningrum, dan Siti Maryatun. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen tenaga pendidik dalam meningkatkan kompetensi menulis kreatif sekaligus mengintegrasikan nilai-nilai lingkungan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia.

 

Pelatihan yang berlangsung mulai pukul 10.00 hingga 12.00 WIB ini merupakan hasil kolaborasi antara para pendidik madrasah dengan Program Studi Sastra Indonesia, Departemen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya (FBSB), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

 

Setelah sesi sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi utama oleh akademisi sekaligus pakar sastra dari UNY, Prof. Dr. Drs. Suminto A. Sayuti, M.Hum. Dalam pemaparannya, ia mengulas konsep ekoteologi melalui pendekatan kreatif dalam penulisan puisi.

 

Ia mengibaratkan ekoteologi sebagai segitiga sama sisi, di mana setiap sisi melambangkan hubungan timbal balik yang seimbang antara Tuhan, manusia, dan lingkungan.

 

Melalui pelatihan ini, para guru diharapkan mampu mengekspresikan kesadaran religius yang diwujudkan dalam kepedulian terhadap kelestarian alam melalui karya puisi. Kegiatan ini juga bertujuan membekali guru MTs di Kabupaten Bantul dengan keterampilan menulis kreatif serta menanamkan nilai-nilai kepedulian lingkungan berbasis spiritual kepada peserta didik di madrasah masing-masing.

 

Kegiatan ditutup dengan sesi praktik penulisan puisi yang dipandu langsung oleh tim dari FBSB UNY. (Meta)-al