Lompat ke isi utama
MIS Ma’arif Saman

Kartu Poin Siswa, Inovasi MIS Ma'arif Saman Perkuat Budaya Disiplin

Dikirim oleh Fidela alma pada 19 July 2026

Bantul (MIS Ma'arif Saman) — MIS Ma'arif Saman terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan, tidak hanya pada aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter peserta didik. Salah satu inovasi yang mulai diterapkan pada Tahun Ajaran 2026/2027 adalah program Kartu Poin Siswa sebagai upaya membangun budaya disiplin di lingkungan madrasah. Program tersebut mulai diberlakukan pada Jumat (17/07/2026).

 

Program Kartu Poin Siswa menjadi bagian dari sistem pembinaan karakter yang terintegrasi. Melalui kartu tersebut, setiap perilaku peserta didik, baik yang bersifat positif maupun pelanggaran tata tertib, dicatat dan diberikan poin sesuai ketentuan yang telah ditetapkan madrasah.

 

Penerapan sistem poin ini diharapkan mampu meningkatkan kedisiplinan siswa sekaligus membentuk pribadi yang bertanggung jawab. Selain itu, program ini juga menjadi perhatian bersama antara madrasah dan orang tua, mengingat peran keluarga sangat penting dalam mendukung pembinaan karakter anak.

 

Kepala MIS Ma'arif Saman, Indrati, mengatakan bahwa program tersebut dirancang untuk menanamkan kesadaran akan pentingnya disiplin sejak dini.

 

"Kami ingin menanamkan nilai tanggung jawab dan kedisiplinan kepada siswa secara berkelanjutan. Dengan Kartu Poin Siswa ini, mereka dapat mengetahui sekaligus mengevaluasi perilakunya sendiri," ujar Indrati.

 

Dalam pelaksanaannya, madrasah menetapkan tahapan pembinaan sesuai akumulasi poin pelanggaran. Peserta didik yang memperoleh poin 0–20 akan mendapatkan teguran lisan dari guru. Akumulasi poin 21–40 ditindaklanjuti dengan teguran tertulis dan pembinaan oleh wali kelas. Apabila mencapai 41–60 poin, orang tua atau wali murid akan dipanggil untuk bersama-sama melakukan pembinaan.

 

Selanjutnya, peserta didik yang mengumpulkan 61–80 poin akan menerima surat peringatan disertai pembinaan khusus. Sementara itu, apabila akumulasi poin melebihi 80, tindak lanjut akan ditentukan melalui rapat dewan guru bersama orang tua atau wali murid.

 

Tidak hanya menerapkan sanksi, program ini juga memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengurangi akumulasi poin melalui berbagai bentuk prestasi dan perilaku positif. Di antaranya menghafal surat-surat pendek atau menambah hafalan Al-Qur'an, aktif dalam kegiatan keagamaan, menjadi petugas upacara maupun kegiatan madrasah lainnya, meraih prestasi akademik maupun nonakademik, serta menunjukkan keteladanan dalam kedisiplinan selama satu bulan. Setiap capaian tersebut akan memperoleh pengurangan poin sesuai ketentuan yang berlaku.

 

Indrati menjelaskan, pendekatan tersebut diterapkan agar peserta didik tidak hanya berfokus menghindari pelanggaran, tetapi juga termotivasi untuk memperbanyak perilaku positif.

 

Program Kartu Poin Siswa juga mendapat sambutan positif dari para guru karena memudahkan pemantauan perkembangan sikap peserta didik secara lebih sistematis. Selain itu, orang tua dilibatkan melalui laporan berkala sehingga dapat bersinergi dengan madrasah dalam membina karakter anak di lingkungan keluarga.

 

Melalui inovasi ini, MIS Ma'arif Saman berharap dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih tertib, aman, nyaman, dan kondusif, sekaligus memperkuat komitmen madrasah dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter dan berakhlak mulia. (Ika)-al