Lompat ke isi utama
MTsN 9 Bantul

Dukung Program Adiwiyata di Lingkungan Sekitar, Siswa MTsN 9 Bantul Edukasi Pemilik Warmindo Olah Limbah Telur

Dikirim oleh Sugiyono pada 25 June 2026

Bantul (MTsN 9 Bantul) – Semangat pelestarian lingkungan yang diusung MTsN 9 Bantul sebagai madrasah Adiwiyata tidak hanya diwujudkan di lingkungan madrasah, tetapi juga melalui aksi nyata di tengah masyarakat. Pada Kamis (25/06/2026), para siswa melaksanakan kegiatan sosialisasi dan edukasi pemanfaatan limbah cangkang telur kepada para pemilik warung makan Indomie (Warmindo) di sekitar lingkungan madrasah.

Pemilihan Warmindo sebagai sasaran edukasi dilakukan karena warung makan tersebut menggunakan telur dalam jumlah cukup banyak setiap harinya sehingga menghasilkan limbah cangkang telur yang relatif tinggi. Melihat potensi tersebut, siswa MTsN 9 Bantul berupaya menghadirkan solusi melalui pemanfaatan limbah cangkang telur menjadi produk yang memiliki nilai guna lebih.

Dalam kegiatan ini, para siswa memperkenalkan inovasi pemanfaatan cangkang telur sebagai bahan campuran sabun cuci piring. Kandungan kalsium karbonat pada cangkang telur serta teksturnya yang sedikit abrasif dinilai dapat membantu membersihkan noda minyak maupun kerak yang menempel pada peralatan dapur dan alat makan.

Kepala MTsN 9 Bantul, Siti Solichah, mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai bagian dari implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang diterapkan di madrasah.

"Pendidikan karakter di madrasah tidak hanya mengajarkan siswa untuk peduli terhadap lingkungan di sekitar mereka, tetapi juga mendorong mereka untuk memberikan manfaat kepada masyarakat. Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kepedulian sekaligus pembelajaran bagi siswa agar lebih peka terhadap persoalan lingkungan di sekitarnya," tuturnya.

Sementara itu, Zulisti Sudarojah selaku pembimbing kegiatan menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning). Siswa diajak untuk mengamati permasalahan nyata di lingkungan sekitar, mencari solusi, serta menyampaikan hasil inovasi tersebut kepada masyarakat secara langsung.

"Melalui kegiatan ini, siswa belajar mengidentifikasi masalah, menemukan solusi, sekaligus mengembangkan kemampuan komunikasi dan kepedulian sosial. Pembelajaran seperti ini memberikan pengalaman yang lebih bermakna bagi mereka," jelasnya.

Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari para pemilik Warmindo dan masyarakat sekitar. Selain menambah wawasan mengenai pengelolaan limbah, inovasi ini juga diharapkan dapat membantu mengurangi penumpukan sampah organik sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan.

Melalui program ini, MTsN 9 Bantul berharap sinergi antara madrasah dan masyarakat dalam mendukung pelestarian lingkungan dapat terus tumbuh dan memberikan manfaat yang berkelanjutan. (wwt)