Lompat ke isi utama
x
MAN 2 Bantul

Dari Dapur ke Dunia Nyata: MAN 2 Bantul Resmi Tarik Siswa Magang APHP dari Roti Olinda

Dikirim oleh eka putri pada 7 Mei 2026

Bantul (MAN 2 Bantul) – Kolaborasi manis antara dunia pendidikan dan industri kembali terasa hangat. Pada Kamis (30/4/2026), MAN 2 Bantul secara resmi menarik siswi magang dari program Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP) yang telah menuntaskan masa praktiknya di Roti Olinda, sebuah usaha bakery di Pranti, Srihardono, Pundong, Bantul.

Momen ini menjadi penanda berakhirnya perjalanan belajar di dunia kerja bagi Ayuk Miftahul Jannah, siswi kelas XII APHP. Prosesi penarikan dipimpin langsung oleh Tuti Mulyati selaku guru pembimbing, yang turut menyaksikan kembalinya Ayuk setelah menjalani pengalaman berharga selama tiga bulan.

Sejak 3 Februari hingga 30 April 2026, Ayuk tidak sekadar “magang”, tetapi benar-benar menyelami ritme industri. Dari proses produksi, standar higienitas, hingga teknik pengemasan produk yang siap bersaing di pasar—semuanya ia jalani secara langsung. Pengalaman ini menjadi bekal nyata yang tak tergantikan oleh teori di ruang kelas.

Tuti Mulyati mengungkapkan kebanggaannya atas dedikasi yang ditunjukkan siswinya. Menurutnya, magang adalah lebih dari sekadar kewajiban akademik—ini adalah ruang pembentukan karakter dan mental profesional.

Tak hanya dari pihak sekolah, apresiasi juga datang dari pemilik Roti Olinda. Selama tiga bulan, kehadiran Ayuk dinilai membawa energi positif di dapur produksi. Kemampuannya beradaptasi cepat, bekerja teliti, dan menjaga ritme kerja menjadi nilai lebih yang mengesankan.

“Kami sangat terbantu. Siswi dari MAN 2 Bantul menunjukkan disiplin dan semangat belajar yang tinggi. Ini bukan hanya magang, tapi benar-benar kontribusi nyata,” ungkap pemilik Roti Olinda.

Lebih jauh, pihak Roti Olinda menyatakan kesiapan untuk terus menjalin kerja sama ke depan. Hal ini menjadi sinyal positif bagi MAN 2 Bantul dalam memperluas jejaring praktik kerja yang berkualitas bagi para siswa.

Program ini sekaligus menjadi bukti nyata keberhasilan konsep link and match antara sekolah dan dunia industri. MAN 2 Bantul tidak hanya membekali siswa dengan pengetahuan, tetapi juga keterampilan praktis yang siap diterapkan di lapangan.

Keberhasilan Ayuk Miftahul Jannah menuntaskan masa magangnya menjadi cerminan bahwa lulusan MAN 2 Bantul siap bersaing—baik untuk melanjutkan pendidikan, terjun ke dunia kerja, maupun membuka usaha mandiri di bidang kuliner.

Acara penarikan ditutup dengan suasana hangat melalui ramah tamah dan penyerahan sertifikat magang. Senyum bangga terpancar dari wajah Ayuk—sebuah tanda bahwa ia telah menaklukkan tantangan dunia kerja pertamanya.

Dengan berakhirnya program ini, MAN 2 Bantul kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga terampil, tangguh, dan siap berkontribusi bagi masyarakat. Kerja sama dengan Roti Olinda pun diharapkan terus berlanjut, menjadi jembatan emas antara pendidikan dan dunia usaha.
/rys