Lompat ke isi utama
x
KUA Sedayu

Bimbingan Perkawinan di KUA Sedayu Berjalan Sukses

Dikirim oleh Dendy Pramana.P pada 23 April 2026

Bantul (KUA Sedayu) – Kantor Urusan Agama (KUA) Sedayu menggelar kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi calon pengantin angkatan ke-2 tahun 2026 pada Selasa (21/04/2026). Kegiatan ini diikuti oleh 20 pasang calon pengantin bertempat di Balai Nikah KUA Sedayu diikuti oleh seluruh calon pengantin dengan suasana yang hangat, interaktif, dan penuh semangat belajar.

 

Kepala KUA Sedayu, Ari Iswanto, dalam sambutannya menekankan pentingnya meluruskan niat sebelum memasuki kehidupan pernikahan. Ia menyampaikan bahwa pernikahan bukan sekadar ikatan sosial, tetapi juga merupakan ibadah yang memiliki nilai spiritual tinggi dan berlangsung sepanjang hayat.


“Pernikahan adalah ibadah terlama dalam kehidupan manusia. Jika diawali dengan niat yang benar, maka setiap proses dalam rumah tangga akan bernilai ibadah dan membawa keberkahan,” ujarnya. Ia juga mengapresiasi antusiasme peserta yang dinilai menunjukkan keseriusan dalam mempersiapkan kehidupan berumah tangga.

 

Dalam pelaksanaannya, KUA Sedayu bekerja sama dengan Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Sedayu, Suripto dan Sri Rahayu, yang memberikan materi tentang pentingnya perencanaan keluarga sejak dini. Mereka menjelaskan bahwa kesiapan fisik, mental, dan ekonomi menjadi faktor penting dalam membangun keluarga yang sehat dan sejahtera. Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman terkait penggunaan aplikasi Elsimil sebagai alat pemantauan kesehatan calon pengantin, guna mencegah risiko stunting sejak awal kehidupan keluarga.


Suripto menyampaikan bahwa edukasi ini sangat relevan dengan kondisi saat ini. “Perencanaan keluarga yang matang akan membantu pasangan menjalani kehidupan rumah tangga dengan lebih terarah dan bertanggung jawab,” ungkapnya.

 

Pemateri kedua fasilitator bimbingan perkawinan yang juga aktif sebagai penyuluhh Agama Islam KUA Sedayu yaitu Nova Andriyanto, S.Sos., yang menyoroti pentingnya membangun hubungan yang sehat dalam pernikahan. Ia menegaskan bahwa pernikahan adalah komitmen kuat yang harus dijaga dengan kesungguhan.


“Rumah tangga yang harmonis tidak hadir begitu saja, tetapi dibangun melalui komunikasi yang baik, saling menghormati, dan kemampuan menyelesaikan perbedaan dengan bijak,” jelasnya. Ia juga mendorong peserta untuk memandang konflik sebagai bagian dari proses pendewasaan, bukan sebagai ancaman.

 

Selama kegiatan berlangsung, suasana tampak hidup dan penuh partisipasi. Peserta tidak hanya menyimak materi, tetapi juga aktif dalam diskusi, tanya jawab, serta mengikuti kegiatan interaktif seperti tepuk sakinah yang semakin mencairkan suasana. Antusiasme ini menunjukkan bahwa para calon pengantin memiliki keinginan kuat untuk mempersiapkan diri secara matang.

 

Salah satu peserta mengungkapkan kesan positifnya terhadap kegiatan ini. Ia merasa mendapatkan banyak wawasan baru yang sebelumnya belum terpikirkan. “Kegiatan ini sangat bermanfaat, terutama dalam membuka pemahaman kami tentang pentingnya komunikasi dan perencanaan dalam pernikahan,” tuturnya. -TE-