Akselerasi Publikasi Digital, Humas MTsN 2 Bantul Serap Strategi Baru di Rakor Kemenag
Bantul (MTsN 2 Bantul) – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bantul menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Kehumasan di Aula Kantor Kemenag Bantul, Senin (18/05/2026). Pertemuan strategis berfokus pada penguatan kapasitas SDM, optimalisasi teknologi digital, serta standardisasi publikasi di lingkungan Kemenag Bantul. Acara yang diinisiasi oleh Kepala Kantor Kemenag Bantul, Muntolib, ini dihadiri oleh seluruh elemen humas dari Kantor Urusan Agama (KUA) hingga madrasah negeri (MIN, MTsN, dan MAN) se-Kabupaten Bantul.
Wakil Kepala Madrasah urusan Humas MTsN 2 Bantul, Yulian Istiqomah hadir secara aktif dalam forum tersebut untuk menyelaraskan program publikasi madrasah dengan kebijakan daerah. Menurut Yulian, penguatan lini publikasi saat ini sudah menjadi kebutuhan krusial.
"Langkah ini sangat penting agar setiap prestasi, inovasi, dan program unggulan yang ada di madrasah dapat terdiseminasi ke masyarakat luas secara cepat, akurat, dan edukatif," ujarnya.
Dalam pemaparannya, Kepala Subbagian Tata Usaha Kemenag Bantul, Aminuddin, mendorong para pengelola humas untuk tidak gagap teknologi. Ia menyarankan pemanfaatan teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), guna mempermudah efisiensi kerja sekaligus mempercantik visualisasi konten di media sosial.
Senada dengan hal tersebut, Alma dari Tim Humas Kemenag Bantul membagikan sejumlah trik taktis dalam memproduksi berita. Ia menekankan pentingnya sudut pandang yang unik dan up-to-date agar konten yang disajikan mampu memikat pembaca dan mendongkrak jumlah pemirsa (viewers).
Tidak hanya dari sisi kreativitas konten, rakor ini juga membekali peserta dengan aspek regulasi. Tim Kepegawaian Kemenag Bantul, Agus dan Isman, hadir memaparkan materi penting terkait Standard Operating Procedure (SOP) Publikasi serta teknis pengiriman berita yang baku.Melalui pembekalan yang komprehensif ini, Humas MTsN 2 Bantul berkomitmen untuk langsung mengaplikasikan wawasan baru tersebut. Langkah ini diharapkan dapat mendongkrak kualitas pemberitaan madrasah sekaligus menyajikan pelayanan informasi publik yang jauh lebih prima. (yis)