Lompat ke isi utama
MAN 3 Bantul

Akselerasi Go International Study, MAN 3 Bantul Jalin Kerja Sama dengan Presiden Asosiasi Universitas Islam Internasional

Dikirim oleh Dendy Pramana.P pada 22 June 2026

Bantul (MAN 3 Bantul) – MAN 3 Bantul kian mengukuhkan posisinya di kancah global melalui Stadium General dalam rangkaian program MAGIS “MANTABA Go International Study” bertajuk "Bridging MAN 3 Bantul to The World", Senin (22/06/2026). Bertempat di Aula Utama madrasah, agenda strategis ini menghadirkan akademisi internasional, Muhammad Khaer Al Ghubani, Presiden Asosiasi Universitas Islam Internasional Turki. Acara diikuti oleh murid kelas X.

 

Dalam orasi pembukanya, Kepala MAN 3 Bantul, Suyanto menyampaikan bahwa kehadiran pimpinan asosiasi yang menaungi lebih dari 1.000 perguruan tinggi lintas negara sejak tahun 1974 ini merupakan capaian monumental bagi MAN 3 Bantul. Langkah ini menjadi jembatan taktis dalam membuka wawasan dan aksesibilitas pendidikan tinggi luar negeri bagi para murid.

 

"Kunjungan ini membawa peluang konkret berupa skema 1.700 kuota beasiswa pada rumpun sains-teknologi serta disiplin ilmu lainnya di 60 negara. Ini merupakan ruang akselerasi yang harus direspons secara produktif oleh madrasah," tegas Suyanto.

MAN 3 Bantul

Lebih lanjut kepala madrasah memaparkan MAN 3 Bantul menjadi salah satu madrasah unggulan di Daerah Istimewa Yogyakarta yang mengintegrasikan keunggulan akademik dan tahfiz. MAN 3 Bantul secara konsisten mengawal program tahfiz dan riset. Hingga tahun evaluasi ini, madrasah telah mengapresiasi 159 siswa hafiz/hafizah dengan capaian hafalan mulai dari 2 juz hingga 30 juz.

 

Suyanto menginstruksikan kepada siswa kelas X dan XI agar mengoptimalkan masa studi melalui keterlibatan aktif dalam Program Unggulan MAGIS. Program ini dirancang khusus untuk mempersiapkan kompetensi linguistik dan kesiapan murid untuk studi lanjut di luar negeri.

 

“Sebuah kehormatan MAN 3 Bantul menjadi satu-satunya madrasah negeri di Indonesia yang mendapatkan kesempatan dihadiri oleh presiden asosiasi perguruan tinggi internasional. Kesempatan besar untuk anak-anak untuk menimba ilmu sehingga dapat melanjutkan studi lanjut di perguruan-perguruan tinggi hingga luar negeri. Hal ini sejalan dengan program kita MAGIS, MANTA Go International Study. Jangan terkungkung di Bantul, Bumi Allah sangat luas, hijrahlah singgalilah bumi itu sehingga banyak saksi-saksi yang menyaksikan kebaikan dan semangat belajar kalian,” tandas Suyanto.

 

Pada sesi pemaparan ilmiah, Muhammad Khaer Al Ghubani memberikan kedalaman substansi mengenai urgensi rekonstruksi struktur manusia di lingkungan madrasah. Ia memaparkan potret historis peradaban Islam, di mana para sahabat Nabi pada usia belia mampu mengintegrasikan penguasaan teks keagamaan (Al-Qur'an dan Hadis) dengan kapasitas kepemimpinan strategis, baik sebagai panglima, birokrat, maupun pujangga.


Khaer mengelaborasi bahwa capaian ideal dalam rekam jejak klasika Islam menunjukkan adanya akselerasi usia produktif. Kematangan kepemimpinan, koordinasi taktis, dan kontribusi kenegaraan sudah dimulai sejak usia belasan tahun hingga mencapai puncaknya pada usia 28 tahun.


"Indonesia, sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, memegang peran geopolitik yang sangat strategis. Siswa madrasah hari ini adalah pemegang mandat kepemimpinan masa depan. Struktur pendidikan di madrasah harus mampu melahirkan aktor-aktor intelektual yang diperhitungkan di panggung global," urai Khaer.

MAN 3 Bantul

Memasuki sesi diskusi, antusiasme akademik terlihat dari ruang dialog antara guru, murid, dan narasumber. Khaer memberikan penjelasan dengan rinci. Kegiatan ini akan berlanjut dengan terjalinnya MoU antara MAN 3 Bantul dan International Union of Universities (IUU) sebagai upaya perluasan akses beasiswa internasional bagi civitas akademika madrasah. Melalui kerja sama ini, murid MAN 3 Bantul dapat memperluas jangkauan akademis ke luar negeri. Murid akan kemudahan akses prosedural, penyelarasan program akademik, hingga fasilitasi asrama gratis di Turki bagi yang memenuhi kualifikasi dan mendapatkan rekomendasi institusional. 

 

Pihak manajemen MAN 3 Bantul menegaskan akan segera mengimplementasikan klausul kerja sama ini melalui seleksi pemberkasan dokumen yang akuntabel dan ketat.


Khaer menyampaikan apreisasi atas sambutan hangat segenap civitas MAN 3 Bantul. Setelah acara, kepala madrasah beserta jajaran tim manajemen serta murid menghantarkan Khaer untuk berkeliling di pusat literasi MAN 3 Bantul, Perpustakaan Ulil Albab. Kepala Perpustakaan Ulil Albab MAN 3 Bantul, Novi Perwitasari memberikan sambutan hangat. Khaer terkesan dengan keunggulan perpustakaan dan memberikan dukungan bagi pengembangan Perpustakaan Ulil Albab melalui program kerja sama lebih lanjut.

 

Kehadiran Presiden Asosiasi Universitas Islam Internasional ini memberikan Kesan yang mendalam bagi MAN 3 Bantul, khususnya bagi para murid. Para murid semakin termotivasi untuk semangat studi lanjut hingga luar negeri. Salah satu murid, Muhammad Faiq Zahiy mengungkapkan antusiasme setelah mengikuti acara.

 

“Saya sangat terinspirasi setelah mengikuti Stadium General Prof. Khaer. Pemaparan beliau semakin memotivasi saya untuk semangat belajar, dan saya sangat tertarik dengan program MAGIS MAN 3 Bantul. Setelah ini saya akan bersiap untuk rencana studi lanjut ke luar negeri,” tandas  Faiq murid yang duduk di kelas X-A. (ris/sal)

MAN 3 Bantul