Lompat ke isi utama
MAN 2 Bantul

Gandeng Inspektorat dan Polres Bantul, MAN 2 Bantul Teguhkan Komitmen Antipungli

Dikirim oleh eka putri pada 28 October 2026

BANTUL (MAN 2 Bantul) – Dalam upaya mewujudkan pelayanan pendidikan yang bersih, transparan, dan bebas dari pungutan liar, MAN 2 Bantul menggelar Sosialisasi Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) pada Selasa (27/10/2026). Kegiatan bertema “Wujudkan Madrasah Bersih Melayani Bebas dari Pungli” ini menghadirkan Hartana, S.H., M.H., dari Inspektorat Kabupaten Bantul dan IPDA Murgiyadi, S.I.Kom., dari Polres Bantul. Turut hadir komite madrasah, perwakilan orang tua murid, serta jajaran manajemen MAN 2 Bantul. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran bersama tentang pentingnya integritas dan kepatuhan terhadap aturan dalam penyelenggaraan layanan pendidikan.

Kepala MAN 2 Bantul, Nur Hasanah Rahmawati, menyampaikan bahwa upaya pencegahan pungutan liar harus menjadi komitmen bersama seluruh warga madrasah. Menurutnya, pelayanan yang baik tidak hanya diukur dari kualitas layanan pendidikan, tetapi juga dari transparansi dan tanggung jawab dalam setiap prosesnya.

“Melalui sosialisasi Saber Pungli ini, kami ingin memperkuat komitmen seluruh warga madrasah untuk memberikan pelayanan yang bersih, transparan, dan akuntabel. Kepercayaan masyarakat merupakan amanah yang harus kami jaga bersama. Kami berharap semangat bebas pungli menjadi budaya kerja yang diterapkan dalam setiap pelayanan di MAN 2 Bantul,” ungkap Nur Hasanah Rahmawati.

Dalam pemaparan materi, Hartana dari Inspektorat Kabupaten Bantul mengajak peserta memahami pentingnya kepatuhan terhadap regulasi serta penerapan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Pengawasan yang baik dan administrasi yang tertib menjadi bagian penting dalam mencegah terjadinya penyimpangan dalam pelayanan publik.

“Pencegahan pungutan liar perlu dimulai dari pemahaman terhadap aturan dan komitmen untuk melaksanakannya secara konsisten. Transparansi dan akuntabilitas menjadi kunci untuk membangun pelayanan publik yang bersih dan meningkatkan kepercayaan masyarakat,”

Sementara itu, IPDA Murgiyadi, S.I.Kom., dari Polres Bantul memberikan penguatan mengenai pentingnya kesadaran hukum dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di lingkungan pendidikan. Menurutnya, pencegahan pungutan liar membutuhkan partisipasi seluruh pihak agar setiap bentuk pelayanan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Budaya antikorupsi harus dibangun melalui kebiasaan menaati aturan dan berani menolak segala bentuk penyimpangan. Seluruh unsur madrasah perlu berperan aktif dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang berintegritas”.

Kehadiran komite madrasah dan perwakilan orang tua murid dalam kegiatan ini turut memperkuat sinergi antara pihak madrasah dan masyarakat. Kolaborasi tersebut penting untuk membangun pemahaman bersama mengenai penyelenggaraan pendidikan yang terbuka, bertanggung jawab, dan sesuai regulasi.

Dukungan masyarakat terhadap pendidikan perlu dikelola dengan mengedepankan prinsip sukarela, tanpa paksaan, serta mengikuti ketentuan yang berlaku. Dengan demikian, partisipasi orang tua dan masyarakat dapat berjalan selaras dengan upaya menjaga integritas lembaga pendidikan.

Melalui sosialisasi Saber Pungli, MAN 2 Bantul berkomitmen memperkuat budaya kerja yang profesional dan berintegritas. Komitmen tersebut diharapkan diwujudkan melalui kepatuhan terhadap prosedur, keterbukaan informasi, serta peningkatan kualitas pelayanan kepada murid, orang tua, dan masyarakat.

Dengan menggandeng Inspektorat dan Polres Bantul, MAN 2 Bantul terus berupaya membangun madrasah yang bersih, amanah, dan terpercaya. Semangat “Madrasah Bersih Melayani, Bebas dari Pungli” diharapkan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi menjadi prinsip yang diterapkan secara konsisten dalam setiap layanan pendidikan.