Dukung Kesehatan Anak, MIS Ma’arif Saman Ikuti BIAS Tahap II
Bantul (MIS Ma’arif Saman) – MIS Ma’arif Saman mengikuti pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) Tahap II yang diselenggarakan oleh UPTD Puskesmas Sewon II, Selasa (3/11/2026). Kegiatan ini menyasar murid kelas 1 dan 5 sebagai upaya meningkatkan perlindungan kesehatan anak usia sekolah melalui pemberian imunisasi.
BIAS Tahap II dijadwalkan berlangsung pada 2–16 November 2026 di sejumlah sekolah dan madrasah yang berada di wilayah kerja Puskesmas Sewon II. Pelaksanaan tersebut mengacu pada surat pemberitahuan Puskesmas Sewon II tertanggal 14 Oktober 2026, yang juga mencantumkan MIS Ma’arif Saman sebagai salah satu sasaran kegiatan.
Dalam pelaksanaannya, murid kelas 1, baik putra maupun putri, menerima imunisasi DT (Difteri Tetanus) untuk memberikan perlindungan terhadap penyakit difteri dan tetanus. Sementara itu, murid kelas 5 mendapatkan imunisasi Td (Tetanus Difteri) guna meningkatkan kekebalan tubuh terhadap kedua penyakit tersebut.
Untuk mendukung kelancaran kegiatan, madrasah sebelumnya telah menyampaikan pemberitahuan kepada orang tua/wali murid kelas 1 dan 5 agar mengisi formulir skrining kesehatan. Formulir yang dibagikan melalui madrasah tersebut harus diisi sesuai kondisi kesehatan masing-masing anak dan dibawa saat pelaksanaan imunisasi. Informasi ini menjadi salah satu bahan bagi petugas kesehatan dalam mengetahui kondisi murid sebelum imunisasi diberikan.
Kepala MIS Ma’arif Saman, Indrati, menyampaikan bahwa pelaksanaan BIAS merupakan bentuk sinergi antara madrasah dan tenaga kesehatan dalam mendukung tumbuh kembang serta menjaga kesehatan murid.
“Madrasah sangat mendukung pelaksanaan program BIAS ini karena kesehatan merupakan salah satu faktor penting dalam menunjang keberhasilan belajar anak. Kami berharap seluruh orang tua dapat bekerja sama dengan mengisi formulir skrining secara jujur dan sesuai kondisi anak, sehingga pelaksanaan imunisasi dapat berjalan dengan baik,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, MIS Ma’arif Saman berharap kesadaran tentang pentingnya imunisasi semakin meningkat, baik di lingkungan madrasah maupun keluarga. Kolaborasi antara madrasah, tenaga kesehatan, dan orang tua diharapkan dapat mendukung terwujudnya peserta didik yang sehat, terlindungi, dan mampu mengikuti pembelajaran secara optimal. (Ika)-al