Delapan Siswa MAN 2 Bantul Jalani Medical Check Up dan Pembekalan Intensif Jelang PKL di Richeese Factory
Bantul (MAN 2 Bantul) – Delapan siswa MAN 2 Bantul mengikuti rangkaian medical check up dan pembekalan praktik kerja sebagai persiapan sebelum terjun ke dunia industri melalui program Praktik Kerja Lapangan (PKL). Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 13 Februari 2026, sebagai langkah awal sebelum penerjunan resmi pada 20 Februari 2026 di Richeese Factory.
Medical check up berlangsung di Laboratorium Medis dan Klinik Kimia Farma Yogyakarta. Pemeriksaan kesehatan ini menjadi persyaratan penting karena para siswa akan menjalani praktik di industri pengolahan makanan yang menerapkan standar kebersihan dan kesehatan secara ketat.
Sejak pagi, para peserta menjalani berbagai tahapan pemeriksaan, mulai dari pengecekan tekanan darah, pemeriksaan fisik umum, hingga tes laboratorium sesuai prosedur. Seluruh proses berjalan tertib dan profesional di bawah pengawasan tenaga medis. Pemeriksaan ini bertujuan memastikan setiap siswa berada dalam kondisi sehat dan siap menjalani aktivitas praktik di lingkungan industri.
Dua guru pendamping, Sri Suharyanti dan Try Nur Fauzy Imanuddin, turut hadir mendampingi siswa. Mereka memastikan seluruh prosedur diikuti dengan baik sekaligus menanamkan kesadaran bahwa kesehatan merupakan bagian penting dari tanggung jawab profesional. Kesiapan fisik, menurut keduanya, menjadi fondasi utama dalam mendukung kelancaran PKL.
Usai pemeriksaan kesehatan, kegiatan dilanjutkan dengan pembekalan dan kelas praktik awal di unit Richeese Sudirman. Dalam sesi ini, siswa memperoleh pengarahan mengenai standar operasional prosedur (SOP), budaya kerja perusahaan, serta gambaran sistem kerja di industri makanan.
Pihak perusahaan juga memberikan penjelasan tentang alur produksi, pentingnya ketelitian, kebersihan, dan kedisiplinan dalam setiap proses kerja. Selain itu, siswa dibekali pemahaman terkait keselamatan dan kesehatan kerja (K3), penggunaan alat pelindung diri, serta etika profesional di lingkungan industri.
Sri Suharyanti menyampaikan bahwa pembekalan ini merupakan pengalaman belajar nyata yang tidak sepenuhnya bisa diperoleh di ruang kelas. Dengan memahami aturan dan budaya kerja sejak awal, siswa diharapkan mampu beradaptasi lebih cepat saat penerjunan resmi.
Hal senada disampaikan Try Nur Fauzy Imanuddin. Ia menegaskan bahwa dunia industri menuntut ketepatan waktu, tanggung jawab, dan kemampuan bekerja sama dalam tim. Oleh karena itu, pembekalan awal menjadi langkah strategis untuk membangun mental dan karakter siswa sebelum memasuki lingkungan kerja sesungguhnya.
Para siswa tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Mereka aktif berdiskusi dan bertanya mengenai tugas, sistem kerja, hingga standar kualitas perusahaan. Antusiasme tersebut mencerminkan kesiapan dan kesungguhan mereka dalam menjalani masa PKL.
Program PKL ini menjadi wujud komitmen MAN 2 Bantul dalam menjembatani dunia pendidikan dengan dunia usaha dan industri. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya memperoleh pengalaman praktik, tetapi juga kesempatan mengasah keterampilan teknis dan soft skills secara langsung. Diharapkan, seluruh peserta dapat menjalani PKL dengan lancar, sehat, dan penuh tanggung jawab, sekaligus membawa pulang pengalaman berharga sebagai bekal menuju dunia kerja yang profesional dan kompetitif.
/rys