Lompat ke isi utama
MAN 4 Bantul

Belajar dari Fenomena Langka Dunia, Kelas Riset MAN 4 Bantul Kunjungi PGSP Parangtritis

Dikirim oleh Fidela alma pada 24 June 2026

Bantul (MAN 4 Bantul) – Dalam upaya memperluas wawasan ilmiah dan meningkatkan kemampuan literasi spasial, siswa kelas riset MAN 4 Bantul melaksanakan kunjungan edukatif ke Balai Geospasial Pesisir dan Museum Gumuk Pasir yang berada di kawasan Pantai Parangtritis pada Senin (22/6/2026).

 

Lembaga yang saat ini dikenal sebagai Parangtritis Geomaritime Science Park (PGSP) tersebut merupakan hasil revitalisasi Laboratorium Geospasial Pesisir Parangtritis. PGSP berperan dalam penyediaan informasi geospasial yang akurat, terintegrasi, dan mudah dimanfaatkan oleh masyarakat. Melalui visinya, PGSP berupaya mengoptimalkan potensi kemaritiman dari perspektif spasial guna mendukung kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah pesisir.

 

Selama kegiatan berlangsung, para siswa memperoleh berbagai materi edukatif yang disampaikan langsung oleh dua narasumber dari PGSP. Kegiatan diawali dengan pemutaran film dokumenter tentang fenomena alam gumuk pasir. Melalui tayangan tersebut, siswa memperoleh pemahaman mengenai fungsi gumuk pasir sebagai benteng alami terhadap tsunami dan angin laut, perannya dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir, serta ancaman yang dapat menyebabkan keberadaan gumuk pasir berkurang akibat alih fungsi lahan dan aktivitas manusia yang tidak terkendali.

 

Usai menyaksikan film dokumenter, siswa diajak mengunjungi museum geospasial untuk mengenal lebih dekat berbagai koleksi yang tersedia. Para narasumber memberikan penjelasan mengenai alat-alat pemetaan, maket geospasial, serta karakteristik khas Gumuk Pasir Parangtritis yang dikenal sebagai salah satu fenomena alam langka di dunia.

 

Kunjungan ini merupakan bagian dari program madrasah dalam menumbuhkan generasi peneliti muda yang memiliki kepedulian terhadap kondisi geografis di sekitarnya. Wakil Kepala MAN 4 Bantul Bidang Kurikulum, Rusli Farida, menegaskan bahwa kegiatan pembelajaran di luar kelas memiliki peran penting dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa.

 

"Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pengalaman belajar yang lebih luas kepada siswa kelas riset. Mereka tidak hanya mempelajari teori di dalam kelas, tetapi juga dapat melihat secara langsung bagaimana data geospasial dimanfaatkan untuk mendukung pelestarian lingkungan. Kami berharap kunjungan ini dapat melahirkan ide-ide penelitian yang inovatif, aplikatif, dan bermanfaat bagi masyarakat," ujar Rusli Farida.

 

Kegiatan berlangsung dengan lancar dan interaktif. Sebagai bentuk apresiasi atas ilmu dan sambutan yang diberikan, MAN 4 Bantul menyerahkan plakat kenang-kenangan kepada pihak Balai Geospasial Pesisir dan Museum Gumuk Pasir di akhir kegiatan.

 

Melalui kunjungan edukatif ini, MAN 4 Bantul berharap kolaborasi dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pelestarian lingkungan dapat terus terjalin sehingga mampu mendukung pengembangan budaya riset dan kepedulian terhadap lingkungan di kalangan peserta didik. (lel/ica)-al