Baznas Bantul dan Penyuluh Agama Islam KUA Sedayu Peduli Korban Kebakaran di Argorejo
Bantul (KUA Sedayu) — Musibah kebakaran yang menimpa seorang warga Pendul RT 51, Kalurahan Argorejo, Kapanewon Sedayu, Kabupaten Bantul, menggugah kepedulian berbagai pihak. Peristiwa yang terjadi pada 30 Maret 2026 tersebut mengakibatkan kerugian materiil yang tidak sedikit bagi korban, Wagimin, yang harus kehilangan sebagian besar harta bendanya akibat amukan si jago merah.
Menanggapi kejadian tersebut, jajaran penyuluh agama Islam dari KUA Sedayu bersama pendamping sosial bergerak cepat memberikan bantuan dan pendampingan. Jamilludin selaku Penyuluh Agama Islam menggandeng Purwanto untuk memastikan korban mendapatkan akses bantuan yang layak, termasuk dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bantul.
Jamilludin menjelaskan bahwa kehadiran mereka merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan kemanusiaan. “Kami dari penyuluh ingin turut serta meringankan beban keluarga. Alhamdulillah, Pak Wagimin bisa mendapatkan bantuan dari Baznas Bantul. Ini adalah bentuk sinergi yang baik antara pemerintah dan masyarakat,” ujar Jamilludin.
Upaya tersebut membuahkan hasil. Melalui koordinasi yang intens, bantuan Rp10.000.000,- dari Baznas Bantul akhirnya dapat disalurkan kepada korban pada hari Rabu (15/04/2026). Bantuan ini diharapkan mampu membantu proses pemulihan pascakebakaran, baik untuk kebutuhan dasar maupun perbaikan tempat tinggal.
Sementara itu, salah satu pimpinan Baznas Bantul, Syahroini Djamil, turut menyampaikan rasa empati mendalam atas musibah yang terjadi. “Kami turut prihatin atas musibah yang menimpa Bapak Wagimin dan keluarga. Semoga diberikan ketabahan, dan kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban serta menjadi awal untuk bangkit kembali,” ungkap Syahroini.
Di sisi lain, Wagimin sebagai korban menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian serta bantuan yang diberikan oleh berbagai pihak. “Saya sangat berterima kasih kepada Baznas Bantul, penyuluh KUA Sedayu, dan semua yang telah membantu. Bantuan ini sangat berarti bagi kami untuk memulai kembali,” tuturnya dengan haru.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya solidaritas sosial di tengah masyarakat. Kolaborasi antara penyuluh agama, pendamping sosial, dan lembaga zakat seperti Baznas menunjukkan bahwa kepedulian bersama dapat memberikan harapan baru bagi korban bencana.
Ke depan, diharapkan semakin banyak pihak yang terlibat dalam aksi kemanusiaan serupa, sehingga masyarakat yang tertimpa musibah dapat segera bangkit dan kembali menjalani kehidupan dengan lebih baik. (Jml)