Lompat ke isi utama
kua jetis

AWAL SEPTEMBER 2026, KUA KAPANEWON JETIS BANTUL LAKSANAKAN BIMBINGAN PERKAWINAN MANDIRI

Dikirim oleh liana pada 3 September 2026

Jetis, Bantul — Kantor Urusan Agama (KUA) Kapanewon Jetis Kabupaten Bantul kembali melaksanakan kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) Mandiri bagi Calon Pengantin pada awal September 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis, 3 September 2026, mulai pukul 08.00 WIB, bertempat di Aula Nikah KUA Kapanewon Jetis Bantul.

Kegiatan Bimbingan Perkawinan Mandiri ini merupakan salah satu bentuk ikhtiar KUA Kapanewon Jetis dalam memberikan pembekalan kepada calon pengantin agar memiliki pengetahuan, kesiapan, dan pemahaman yang memadai dalam membangun kehidupan rumah tangga. Sebanyak 36 peserta calon pengantin mengikuti kegiatan tersebut dengan penuh perhatian dan antusias.

Kegiatan diawali dengan pembukaan yang disampaikan oleh H. Tarso, M, mewakili Kepala KUA Kapanewon Jetis Bantul. Dalam arahannya, disampaikan bahwa perkawinan bukan sekadar penyatuan dua insan, tetapi merupakan sebuah ikatan suci yang diharapkan menjadi jalan untuk membangun keluarga yang harmonis, kokoh, dan penuh keberkahan.

Para calon pengantin juga diberikan pemahaman bahwa kehidupan rumah tangga membutuhkan kesiapan yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga kesiapan secara fisik, mental, spiritual, emosional, serta kemampuan untuk saling memahami dan menjalankan tanggung jawab antara suami dan istri.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan pembekalan dari tiga narasumber dengan materi yang saling melengkapi.

Pertama, materi tentang Kesehatan Reproduksi yang disampaikan oleh dr. Dian dari Puskesmas Jetis 1 Kapanewon Jetis.

Materi ini memberikan pemahaman kepada calon pengantin mengenai pentingnya menjaga kesehatan reproduksi sebelum dan setelah memasuki kehidupan perkawinan. Para peserta diberikan edukasi mengenai kesehatan reproduksi, pola hidup sehat, kesiapan fisik pasangan, serta pentingnya menjaga kesehatan suami dan istri sebagai bagian dari upaya membangun keluarga yang sehat.

Pemahaman mengenai kesehatan reproduksi dinilai penting karena kesehatan pasangan akan menjadi salah satu faktor pendukung dalam mewujudkan kehidupan rumah tangga yang berkualitas serta mempersiapkan generasi yang sehat.

Kedua, materi tentang “Membangun Keluarga yang Sakinah, Mawaddah wa Rahmah” yang disampaikan oleh Irpan Mutaqin. Dalam materi tersebut, calon pengantin diberikan pemahaman mengenai hakikat perkawinan dalam perspektif Islam. Keluarga diharapkan tidak hanya menjadi tempat tinggal bersama, tetapi juga menjadi tempat tumbuhnya kasih sayang, ketenteraman, pendidikan agama, serta tempat pertama bagi anggota keluarga untuk belajar tentang nilai-nilai kehidupan.

Keluarga sakinah dibangun dengan adanya ketenangan dan ketenteraman, sementara mawaddah dan rahmah diwujudkan melalui cinta, kasih sayang, kepedulian, saling menghormati, serta kesediaan untuk menjalankan tanggung jawab masing-masing.Para calon pengantin juga diingatkan bahwa dalam kehidupan rumah tangga pasti terdapat perbedaan karakter, pemikiran, dan kebiasaan. Karena itu, komunikasi yang baik, sikap saling menghargai, kesabaran, keterbukaan, serta penyelesaian masalah secara bijaksana menjadi modal penting dalam mempertahankan keutuhan rumah tangga.

Ketiga, materi tentang “Menciptakan Generasi Keluarga yang Kuat” yang disampaikan oleh H. Azis Muslim dari KUA Kapanewon Jetis.

Materi ini menekankan pentingnya membangun keluarga yang kuat sebagai fondasi dalam melahirkan generasi yang berkualitas. Kekuatan keluarga tidak hanya diukur dari aspek ekonomi, tetapi juga dari kekuatan iman, akhlak, pendidikan, kesehatan, komunikasi, keteladanan orang tua, serta kemampuan keluarga dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Calon pengantin diberikan pemahaman bahwa orang tua memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan masa depan anak. Oleh karena itu, sejak awal perkawinan pasangan suami istri perlu memiliki visi bersama dalam membangun keluarga, mendidik anak, mengelola ekonomi rumah tangga, serta menciptakan lingkungan keluarga yang aman, nyaman, religius, dan penuh kasih sayang.

Pelaksanaan Bimbingan Perkawinan Mandiri tersebut diharapkan dapat memberikan bekal yang cukup kepada para calon pengantin sebelum memasuki kehidupan rumah tangga. Perkawinan merupakan perjalanan panjang yang membutuhkan kesiapan, komitmen, dan tanggung jawab dari kedua belah pihak.

Melalui kegiatan ini, KUA Kapanewon Jetis berupaya terus menghadirkan pelayanan yang tidak hanya berorientasi pada aspek administrasi perkawinan, tetapi juga memberikan pembinaan dan edukasi kepada masyarakat, khususnya calon pengantin.

Sebanyak 36 calon pengantin yang mengikuti kegiatan tersebut diharapkan mampu membawa pulang pengetahuan dan pemahaman yang dapat diterapkan dalam kehidupan rumah tangga. Dengan bekal tersebut, mereka diharapkan mampu membangun keluarga yang harmonis, saling menghormati, mampu menyelesaikan persoalan secara dewasa, serta bersama-sama mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah wa rahmah.

Kegiatan Bimbingan Perkawinan Mandiri ini terlaksana dengan baik berkat dukungan dan kerja sama Tim Panitia dari KUA Kapanewon Jetis Bantul, serta dukungan narasumber dari Puskesmas Jetis 1 Kapanewon Jetis.

KUA Kapanewon Jetis berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan pembinaan kepada masyarakat, khususnya dalam membangun ketahanan keluarga. Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan keluarga yang sehat, harmonis, religius, dan mampu melahirkan generasi penerus yang kuat serta berkualitas.(dro)