Lompat ke isi utama
MAN 4 Bantul

Apresiasi Karya Sastra Murid, Pengawas Dorong MAN 4 Bantul Perkuat Budaya Literasi dan Inovasi

Dikirim oleh Fidela alma pada 30 October 2026

Bantul (MAN 4 Bantul) – Puncak peringatan Hari Santri Nasional (HSN) dan Bulan Bahasa di MAN 4 Bantul semakin bermakna dengan peluncuran buku cerita cekak (cerkak) berbahasa Jawa berjudul Lelananing Carita Manembayo, Rabu (28/10/2026). Buku yang ditulis secara kolaboratif oleh murid kelas X, XI, dan XII ini menjadi wujud kreativitas sekaligus upaya melestarikan bahasa dan sastra Jawa di kalangan generasi muda.

 

Peluncuran buku tersebut mendapat apresiasi dari Pengawas Madrasah, Sumarna. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa perpaduan kegiatan yang mengangkat nilai kesantrian, kecintaan terhadap bahasa, dan pengembangan kreativitas menunjukkan bahwa pembelajaran di madrasah dapat dikemas secara kreatif, bermakna, serta dekat dengan kehidupan sehari-hari.

 

Menurutnya, semangat Hari Santri perlu diwujudkan melalui akhlak mulia, kesungguhan dalam menuntut ilmu, dan kontribusi positif bagi lingkungan. Sementara itu, Bulan Bahasa menjadi momentum untuk mengembangkan kemampuan literasi, mulai dari membaca, menulis, hingga menyampaikan gagasan dengan baik.

 

MAN 4 Bantul

 

“Saya mengapresiasi pelaksanaan kegiatan hari ini. Peringatan Hari Santri Nasional dan Bulan Bahasa bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi sarana bagi murid untuk terus belajar, mengembangkan kemampuan literasi, serta membangun karakter. Murid harus cerdas dalam berliterasi, termasuk literasi digital, agar mampu memilah informasi, berpikir kritis, dan menggunakan teknologi secara bijaksana,” ungkap Sumarna.

 

Ia juga mengapresiasi berbagai kegiatan yang digelar, termasuk Market Day dan peluncuran buku karya murid. Kegiatan tersebut dinilai memberikan ruang bagi murid untuk belajar melalui pengalaman nyata, mengembangkan ide, menghasilkan karya, serta menumbuhkan jiwa kewirausahaan. Ia berharap kesempatan untuk berkarya dan berinovasi terus diberikan agar potensi murid dapat berkembang secara optimal.

 

Dalam peluncuran buku Lelananing Carita Manembayo, dua perwakilan penulis, Erma Suryaning Dyas dan Asya Arman Sofyan, murid kelas XII, menerima piagam penghargaan atas kontribusi mereka dalam penulisan cerkak. Piagam diserahkan oleh Kepala MAN 4 Bantul, Syaefulani, bersama Sumarna, didampingi Koordinator Literasi MAN 4 Bantul, Retnaningsih, serta guru Bahasa Jawa, Erika Wahyu Andriani.

 

Erika menjelaskan bahwa penggunaan bahasa Jawa dalam buku cerkak tersebut merupakan salah satu upaya mendekatkan murid dengan bahasa dan sastra daerah melalui kegiatan literasi yang konkret. Bahasa Jawa memiliki kekayaan kosakata, unggah-ungguh, serta nilai budaya yang penting diwariskan kepada generasi muda.

 

“Melalui buku Lelananing Carita Manembayo, kami ingin menunjukkan bahwa bahasa Jawa tidak hanya digunakan dalam percakapan sehari-hari, tetapi juga dapat menjadi media untuk menyampaikan ide, perasaan, pengalaman, dan pesan kehidupan melalui karya sastra. Kami berharap murid semakin mencintai bahasa daerahnya sekaligus berani berkarya dan menghasilkan tulisan yang bermakna,” ungkap Erika.

 

Ia menambahkan, proses menulis cerkak dapat membantu murid mengembangkan kemampuan berbahasa, memperkaya imajinasi, serta memahami karakter tokoh dan nilai kehidupan yang disampaikan melalui cerita. Dengan demikian, kegiatan tersebut tidak hanya menghasilkan sebuah buku, tetapi juga mendorong tumbuhnya kebiasaan menulis dan kecintaan terhadap budaya lokal.

 

Peluncuran Lelananing Carita Manembayo menjadi salah satu bukti pengembangan budaya literasi di MAN 4 Bantul. Melalui apresiasi dan dorongan dari pengawas madrasah, kegiatan ini diharapkan menjadi pemantik bagi murid untuk terus berkarya, berani berinovasi, serta mengembangkan potensi diri. Madrasah pun diharapkan semakin mampu menghadirkan pembelajaran yang mengintegrasikan nilai keagamaan, literasi, kreativitas, dan keterampilan hidup. (lel/ica)-al