Sisa Bekal dan Makanan Bergizi Gratis Menggunung, Solusi Cerdas Losida ala MTsN 9 Bantul
Bantul (MTsN 9 Bantul)—Pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis membawa dampak positif bagi pemenuhan nutrisi murid di sekolah dan madrasah. Namun, di balik antusiasme tersebut, muncul tantangan baru, yaitu sisa makanan dan bekal yang tidak habis mulai menggunung dan berpotensi menjadi sumber masalah lingkungan jika tidak dikelola dengan tepat. Menjawab tantangan ini, MTsN 9 Bantul mengambil langkah proaktif dengan menerapkan sistem inovatif bernama Losida (Lodong Sisa Dapur), Selasa (14/07/2026).
Losida merupakan metode pengomposan sederhana menggunakan pipa paralon (PVC) atau bambu yang dilubangi dan ditanam sebagian ke dalam tanah. Alih-alih membuang sisa nasi, sayur, atau buah ke tempat sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), seluruh murid kelas VII, VIII, dan IX diarahkan untuk memasukkan sisa makanan organik ke dalam pipa-pipa Losida yang telah tersebar di area taman madrasah.
Proses penguraian di dalam tanah ini nantinya akan mengubah sisa makanan menjadi pupuk kompos cair dan padat yang dapat menyuburkan tanaman di sekitarnya.
Koordinator Tim Adiwiyata MTsN 9 Bantul, Zulisti Sudarojah, menyampaikan bahwa penerapan Losida dirancang sebagai ruang belajar berbasis pengalaman nyata (experiential learning) bagi para murid.
"Mengelola sisa makanan ini bukan sekadar urusan menjaga kebersihan madrasah, melainkan proses pendidikan karakter yang utuh. Lewat Losida, murid menggunakan logika mereka untuk memahami siklus penguraian organik, sekaligus menumbuhkan empati yang mendalam terhadap bumi. Mereka belajar bertanggung jawab atas apa yang mereka konsumsi dan dampaknya terhadap lingkungan sekitar," ujarnya.
Antusiasme warga madrasah terlihat dari partisipasi aktif murid yang secara bergiliran memantau dan merawat titik-titik Losida. Kegiatan ini melengkapi ekosistem ramah lingkungan yang sedang dibangun di lingkungan madrasah, berjalan beriringan dengan program tabungan limbah anorganik yang juga tengah digalakkan.
Melalui inovasi Losida, tumpukan sisa makanan bergizi gratis tidak lagi menjadi masalah yang menimbulkan bau tak sedap, melainkan bertransformasi menjadi nutrisi penting bagi penghijauan madrasah. MTsN 9 Bantul berharap inisiatif ini dapat menginspirasi satuan pendidikan lainnya untuk mengelola limbah organik secara mandiri dan berkelanjutan. (wwt)