Perkuat Profesionalisme dan Integritas, Guru dan Tendik MIS Ma’arif Saman Ikuti Workshop Kode Etik
Bantul (MIS Ma’arif Saman) – Pemahaman terhadap kode etik menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan pendidikan yang profesional dan berintegritas. Hal tersebut menjadi salah satu alasan guru dan tenaga kependidikan (tendik) MIS Ma’arif Saman mengikuti Workshop Meneguhkan Kode Etik Guru dan Tenaga Kependidikan untuk Membangun Sekolah yang Profesional, Berintegritas, dan Berkarakter yang diselenggarakan Gugus 1 Kapanewon Sewon, Kamis (01/10/2026).
Workshop berlangsung di Gedung PSDMP Dinas Pertanian DIY, Panggungharjo, Kapanewon Sewon, Kabupaten Bantul, mulai pukul 12.00 WIB hingga selesai. Kegiatan diikuti guru dan tenaga kependidikan dari sekolah dan madrasah yang tergabung dalam Gugus 1 Kapanewon Sewon.
Melalui kegiatan ini, peserta diajak memperkuat pemahaman mengenai kode etik sekaligus penerapannya dalam menjalankan tugas sehari-hari. Kode etik tidak hanya menjadi pedoman dalam melaksanakan tanggung jawab profesional, tetapi juga menjadi landasan dalam membangun sikap, integritas, dan keteladanan di lingkungan pendidikan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta, pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, doa, serta sambutan Ketua Gugus 1 dan Ketua Korwil Kapanewon Sewon. Peserta kemudian mengikuti penyampaian materi dan sesi tanya jawab sebelum kegiatan ditutup dengan menyanyikan lagu Bagimu Negeri.
Materi disampaikan oleh Dr. Nurul Adiati Hardjono dan Miha Pahluradi Andri Pamto. Sesi diskusi dan tanya jawab memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperdalam pemahaman mengenai kode etik guru dan tenaga kependidikan serta penerapannya dalam pelaksanaan tugas di satuan pendidikan.
Kepala MIS Ma’arif Saman menyampaikan bahwa keikutsertaan guru dan tendik dalam workshop tersebut menjadi kesempatan untuk memperkuat komitmen dalam menjalankan tugas secara profesional.
“Workshop ini menjadi momentum bagi guru dan tenaga kependidikan untuk semakin memahami pentingnya kode etik dalam menjalankan tugas. Profesionalisme tidak hanya berkaitan dengan kemampuan melaksanakan pekerjaan, tetapi juga integritas, tanggung jawab, keteladanan, dan karakter dalam memberikan layanan pendidikan,” ungkapnya.
Ia berharap pengetahuan dan nilai yang diperoleh selama workshop dapat diterapkan dalam keseharian di madrasah. Dengan demikian, guru dan tenaga kependidikan tidak hanya menjalankan tugas sesuai tanggung jawabnya, tetapi juga mampu menjadi teladan dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, positif, dan berkarakter.
“Harapannya, apa yang diperoleh dalam kegiatan ini dapat diterapkan di MIS Ma’arif Saman sehingga semakin memperkuat budaya kerja yang profesional, berintegritas, dan berkarakter,” tambahnya.
Keikutsertaan dalam kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah MIS Ma’arif Saman dalam mendukung pengembangan kualitas sumber daya manusia. Dengan pemahaman yang semakin kuat terhadap kode etik profesi, guru dan tenaga kependidikan diharapkan mampu memberikan pelayanan pendidikan yang bertanggung jawab dan optimal bagi peserta didik. (Ika)-al