Perkuat Karakter Bangsa, MAN 4 Bantul Tanamkan Nilai Budaya Jawa melalui Bedah Film Pendek
Bantul (MAN 4 Bantul) – MAN 4 Bantul menggelar kegiatan literasi Bahasa Jawa bagi seluruh murid kelas X dan XI pada Senin (12/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di ruang kelas masing-masing mulai pukul 07.00 hingga 07.45 WIB ini bertujuan memperkuat pemahaman murid terhadap nilai-nilai budaya, tata krama, serta keterampilan berbahasa daerah. Pelaksanaannya didampingi oleh wali kelas masing-masing.
Kegiatan literasi pagi tersebut dikemas secara menarik melalui media audiovisual. Para murid menyimak film pendek berjudul Unggah Ungguh yang mengangkat tema pendidikan karakter dan tata krama. Film tersebut diakses melalui platform YouTube sebagai media pembelajaran yang kontekstual dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Usai menyaksikan film, murid mengerjakan lembar tugas terstruktur untuk mengasah kemampuan menganalisis cerita sekaligus mengungkapkan gagasan menggunakan bahasa Jawa krama. Tugas tersebut meliputi menyimak dan mencermati tayangan, mengidentifikasi karakter serta watak setiap tokoh, merumuskan tiga nilai pitutur luhur atau piwulang becik yang terkandung dalam cerita, serta menuliskan tanggapan dan refleksi pribadi menggunakan bahasa Jawa krama pada lembar kerja yang disediakan.
Guru Bahasa Jawa MAN 4 Bantul, Erika Wahyu Andriani, S.Pd., menjelaskan bahwa penggunaan film pendek berbahasa Jawa bertujuan agar murid tidak hanya mempelajari kaidah bahasa, tetapi juga memahami dan menghayati nilai moral serta etika dalam pergaulan sehari-hari.
“Kegiatan literasi Bahasa Jawa pagi ini sengaja kami integrasikan dengan penayangan film pendek edukatif agar murid dapat belajar bahasa secara kontekstual sekaligus merefleksikan nilai-nilai unggah-ungguh dan tata krama dalam kehidupan nyata. Melalui penugasan analisis watak, pitutur luhur, dan penyusunan tanggapan menggunakan ragam bahasa Jawa krama, kami berharap kecintaan anak-anak terhadap budaya lokal dan kemampuan berbahasa Jawa yang santun dapat terus tumbuh serta mendarah daging di lingkungan madrasah maupun masyarakat,” ungkap Erika Wahyu Andriani.
Kegiatan literasi pagi berlangsung tertib dan lancar. Para murid tampak antusias menyusun hasil analisis dan menuangkan tanggapan mereka dalam lembar kerja berbahasa Jawa krama. Melalui kegiatan ini, MAN 4 Bantul berupaya menjadikan literasi sebagai sarana penguatan karakter sekaligus pelestarian budaya lokal di lingkungan madrasah.
Dengan memanfaatkan media pembelajaran yang menarik dan bermakna, diharapkan murid semakin terampil berbahasa Jawa secara santun serta mampu menerapkan nilai-nilai unggah-ungguh dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan madrasah maupun masyarakat. (lel/ica)-al