Lompat ke isi utama
KUA Sedayu

Penyuluh KUA Sedayu Dampingi Manasik Haji 

Dikirim oleh Dendy Pramana.P pada 16 October 2026

Bantul (KUA Sedayu) — Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Sedayu memberikan pendampingan dalam kegiatan Manasik Haji bagi siswa TKIT Anak Sholeh dan TK PKK 40 Argorejo yang dilaksanakan pada Jumat (16/10/2026) di Lapangan Argorejo, Sedayu. Kegiatan edukatif tersebut diikuti sekitar 200 anak dengan penuh antusias sebagai bagian dari pengenalan ibadah haji sejak usia dini.

 

Kegiatan manasik haji ini menjadi salah satu upaya untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan kepada anak-anak melalui pembelajaran yang menyenangkan, interaktif, dan sesuai dengan tahap perkembangan mereka. Melalui praktik langsung, anak-anak diperkenalkan dengan rangkaian ibadah haji, mulai dari mengenal pakaian ihram, memahami makna niat, melakukan tawaf, sai, wukuf, hingga mengenal tahapan ibadah lainnya sesuai dengan konsep pembelajaran manasik untuk anak usia dini.

 

Pendampingan yang diberikan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Sedayu menjadi bentuk dukungan terhadap lembaga pendidikan dalam memperkuat pendidikan agama Islam di lingkungan sekolah. Kehadiran para penyuluh diharapkan dapat membantu guru dalam memberikan pemahaman dasar mengenai ibadah haji sekaligus memperkenalkan peran Kementerian Agama melalui layanan keagamaan yang menyentuh masyarakat secara langsung.

 

Dalam kegiatan tersebut, penyuluh KUA Sedayu yang berpartisipasi meliputi Nur Soimah, Fifi Rohmah, Tuti Elfathoni Eka Dewi, Nova Andriyanto, dan Jamilludin. Para Penyuluh Agama Islam turut memberikan pendampingan agar pelaksanaan manasik berjalan tertib, terarah, dan mudah dipahami oleh para peserta.

 

Syahril Sidiq menjelaskan bahwa keterlibatan Penyuluh Agama Islam KUA Sedayu dalam kegiatan manasik haji anak merupakan bagian dari pelaksanaan layanan KUA kepada masyarakat. Menurutnya, pelayanan keagamaan tidak hanya dilakukan melalui kegiatan administratif, tetapi juga melalui edukasi, pembinaan, dan pendampingan yang berorientasi pada peningkatan pemahaman keagamaan masyarakat.

 

“Pendampingan manasik haji bagi anak-anak ini merupakan bagian dari layanan KUA kepada masyarakat. Kami berupaya hadir untuk mendukung kegiatan pendidikan keagamaan, termasuk membantu mengenalkan ibadah haji kepada anak-anak sejak usia dini. Harapannya, mereka dapat memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus mengenal nilai-nilai yang terkandung dalam ibadah haji,” demikian draf pernyataan yang dapat dikonfirmasi kepada Syahril Sidiq.

 

Ia juga dapat menekankan bahwa pengenalan ibadah sejak dini perlu dilakukan dengan pendekatan yang tepat. Anak-anak tidak hanya diperkenalkan pada urutan kegiatan ibadah, tetapi juga diajak memahami nilai-nilai sederhana yang menyertainya, seperti kedisiplinan, kesabaran, kebersamaan, kepatuhan, dan saling menghormati.

 

Melalui metode praktik langsung, anak-anak diharapkan lebih mudah memahami materi yang sebelumnya hanya mereka dengar melalui cerita atau pembelajaran di dalam kelas. Pengalaman mengikuti simulasi manasik juga dapat menjadi sarana untuk membangun ketertarikan anak terhadap pembelajaran agama.

KUA Sedayu

Bagi anak usia taman kanak-kanak, kegiatan pembelajaran yang melibatkan gerakan, contoh konkret, dan pengalaman bersama memiliki peran penting dalam membantu mereka memahami suatu materi. Oleh karena itu, manasik haji menjadi salah satu kegiatan pendidikan yang dapat menggabungkan pembelajaran agama dengan pengalaman praktik.

 

Dengan mengikuti rangkaian simulasi manasik, anak-anak diperkenalkan pada gambaran pelaksanaan ibadah haji secara sederhana. Guru dan pendamping dapat menjelaskan setiap tahapan menggunakan bahasa yang mudah dipahami sehingga peserta tidak hanya mengikuti gerakan, tetapi juga memperoleh pengetahuan dasar mengenai tujuan kegiatan yang mereka lakukan.

 

Di samping memberikan pengalaman belajar, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk menumbuhkan rasa kebersamaan di antara peserta. Anak-anak belajar mengikuti arahan pembimbing, menunggu giliran, menjaga ketertiban, serta melakukan kegiatan secara bersama-sama.

 

Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam pendidikan karakter. Melalui pembiasaan sederhana, anak-anak dapat mulai mengenal pentingnya disiplin, tanggung jawab, dan sikap menghargai orang lain dalam kehidupan sehari-hari. (Jml)