Lompat ke isi utama
MAN 3 Bantul

MAN 3 Bantul Perkuat Kualitas Pendidikan Melalui Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM

Dikirim oleh Dendy Pramana.P pada 10 September 2026

Bantul (MAN 3 Bantul) - Pengembangan pendidikan MAN 3 Bantul semakin menguat dengan berbagai program. Menindaklanjuti rapor pendidikan, MAN 3 Bantul menggelar workshop pembelajaran mendalam sebagai sarana evaluasi dan peningkatan mutu pendidikan, Kamis (10/09/2026). Tema yang diangkat dalam workshop ini tentang STEM-Science (Sains), Technology (Teknologi), Engineering (Teknik/Rekayasa), dan Mathematics. Workshop yang bertempat di aula diikuti seluruh guru MAN 3 Bantul.

 

Kepala MAN 3 Bantul, Suyanto mengungkapkan kegiatan workshop menjadi salah satu kerja sama institusional dengan perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.


"Kegiatan workshop hari ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Workshop ini diharapkan dapat memberikan dampak yang besar untuk madrasah dan membawa anak-anak meraih prestasi," tutur Suyanto.

 

Lebih lanjut, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Wahyudi menjelaskan rancangan penerapan Lesson Study yang dimulai dengan worskhop pembelajaran bertema STEM ini. 


"Mengevaluasi rapot pendidikan, MAN 3 Bantul merancang program guna meningkatkan pembelajaran melalui Lesson Study. Lesson Study bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, meningkatkan kompetensi guru dalam manajemen kelas (pengkondisian kelas/murid), inovasi metode pembelajaran yang efektif, pemecahan masalah yang terjadi di dalam kelas atau pembelajaran," jelas Wahyudi.

MAN 3 Bantul

Hadir sebagai narasumber dalam workshop ini, dosen UAD, Nanik Aprilia dan Irfan Yunianto. Paparan pertama disampaikan oleh Nani Aprilia. Nani menjelaskan mengenai paradigma baru dalam pendidikan. Guru perlu mentransformasi pembelajaran melalui STEM. Hal ini akan membuat pembelajaran lebih menantang dan bermakna bagi murid.


"Guna peningkatan kualitas pendidikan guru perlu mentransformasikan pembelajaran agar murid menjadi generasi yang memahami dan menghargai alam, berproses dalam keterampilan ilmiah, dan menerapkan ilmu dalam kehidupan sehingga dapat memecahkan masalah di sekitar," tandas Nani

 

Paparan semakin mendalam dengan materi narasumber kedua. Irfan Yunanto menjelaskan konsep 3D Learning dalam pembelajaran STEM. "Paradigma baru menjadi perhatian penting saat ini untuk meningkatkan kompetensi murid, salah satunya dalam kemampuan literasi. Sebagaimana hasil PISA, Indonesia perlu meningkatkan literasi. Hal ini dapat terbangun melalui penerapan 3D Learning. 3D Learning mensinergikan dimensi pembelajaran secara komprehensif, yaitu Disciplinary Core Ideas (CDI), 'Konsep Dasar Sains'; Crosscutting Concepts (CC), 'Konsep Integrasi Sains'; Science and Engineering Practices (SEP). Penerapan 3D Learning dapat menciptakan pembelajaran mendalam sehingga murid dapat menerapkan ilmu dan memecahkan masalah dalam kehidupan," jelas Irfan.

 

Paparan yang disampaikan narasumber disertai dengan ice breaking membuat guru semakin antusias. Workshop ini menjadi pembuka untuk penerapan Lesson Study dalam pembelajaran. Guru telah dibagi ke dalam kelompok-kelompok untuk saling berbagi dalam penerapan pembelajaran. Penerapan Lesson Study akan dimulai Oktober mendatang. Melalui penerapan program ini, MAN 3 Bantul berkomitmen untuk senantiasa menciptakan layanan pendidikan yang berkualitas. (sal)

MAN 3 Bantul