Perkuat Sinergi dengan Orang Tua, MAN 4 Bantul Siapkan Strategi Studi Lanjut Sejak Kelas XI
Bantul (MAN 4 Bantul) — MAN 4 Bantul menyelenggarakan kegiatan parenting bagi wali murid kelas X di Aula MAN 4 Bantul pada Kamis (25/06/2026). Kegiatan ini menjadi sarana untuk memperkuat kolaborasi antara madrasah dan orang tua dalam mendampingi perkembangan akademik maupun pembentukan karakter peserta didik.
Dalam sambutannya, Kepala MAN 4 Bantul, Syaefulani, memaparkan berbagai program yang telah diikuti siswa kelas X selama satu tahun ajaran terakhir. Program-program tersebut dirancang untuk membangun fondasi yang kuat bagi peserta didik, baik dalam aspek akademik, keagamaan, maupun pengembangan kemandirian.
Beberapa program yang telah dilaksanakan meliputi pemetaan gaya belajar, matrikulasi Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) dan Matematika, praktik manasik haji, kegiatan luar ruangan di Cepogo, serta perkemahan. Berbagai kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya madrasah dalam membentuk peserta didik yang berkarakter, berdaya saing, dan siap menghadapi jenjang pendidikan berikutnya.
Memasuki fase pembelajaran di kelas XI, MAN 4 Bantul telah menyiapkan sejumlah program yang lebih terarah untuk mendukung persiapan studi lanjut siswa. Syaefulani menjelaskan bahwa madrasah akan memberikan pendampingan intensif dan asesmen khusus guna membantu peserta didik mengenali potensi diri, minat, serta tujuan pendidikan yang ingin dicapai.
Langkah tersebut dilakukan agar sejak kelas XI siswa telah memiliki perencanaan yang matang terkait studi lanjut, sehingga capaian akademik, hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA), serta minat dan bakat yang dimiliki dapat berkembang secara selaras.
Untuk mendukung program tersebut, MAN 4 Bantul juga menjalin kerja sama dengan Guru Bimbingan dan Konseling (BK) serta lembaga bimbingan belajar eksternal. Kolaborasi ini akan diwujudkan melalui berbagai kegiatan, seperti try out, pembahasan soal TKA, hingga simulasi Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
Syaefulani menegaskan bahwa keberhasilan pendampingan siswa memerlukan dukungan dan keterlibatan aktif dari orang tua. Menurutnya, sinergi yang kuat antara madrasah dan keluarga menjadi faktor penting dalam mengantarkan peserta didik meraih masa depan yang lebih baik.
“Kami terus berupaya memberikan pendampingan dan arahan terbaik bagi anak-anak. Namun, keberhasilan proses tersebut tentu membutuhkan dukungan penuh dari orang tua. Dengan kerja sama yang baik, kita dapat membantu mereka tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, berprestasi, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” ungkapnya.
Kegiatan parenting berlangsung secara interaktif dan ditutup dengan sesi diskusi antara wali murid dan pihak madrasah. Melalui forum tersebut, kedua belah pihak dapat menyamakan persepsi dan memperkuat komitmen bersama dalam mendukung keberhasilan belajar siswa pada tahun ajaran mendatang. (lel/ica)-al