Menyulam Arah Masa Depan Siswa, Pimpinan MAN 4 Bantul Perkuat Sinergi dengan BK
Bantul (MAN 4 Bantul) – Pimpinan MAN 4 Bantul menyelenggarakan rapat koordinasi dan kolaborasi strategis bersama tim Bimbingan dan Konseling (BK) pada Senin (19/01/2026). Rapat yang berlangsung di ruang Kepala Madrasah tersebut menjadi forum penting untuk menyelaraskan langkah pendampingan peserta didik, khususnya terkait persiapan studi lanjut serta pemetaan permasalahan siswa.
Rapat dihadiri oleh Kepala MAN 4 Bantul, Kepala Tata Usaha, para Wakil Kepala Madrasah bidang Kurikulum, Sarana dan Prasarana, Humas, serta Kesiswaan. Selain itu, tiga guru BK MAN 4 Bantul turut hadir dan berpartisipasi aktif dalam diskusi yang berlangsung intensif namun tetap konstruktif.
Agenda utama rapat difokuskan pada penyusunan dan pematangan jadwal Sosialisasi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) bagi peserta didik kelas XII. Kegiatan sosialisasi tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran yang komprehensif kepada siswa kelas XII mengenai pilihan pendidikan lanjutan yang sesuai dengan minat, bakat, dan kemampuan mereka. Selain itu, rapat juga membahas laporan hasil DCM (Daftar Cek Masalah) seluruh angkatan yang dijadikan sebagai bahan evaluasi sekaligus dasar dalam perumusan program pendampingan siswa ke depan.
Kepala MAN 4 Bantul, Syaefulani, dalam arahannya menegaskan pentingnya kolaborasi lintas bidang dalam mewujudkan layanan pendidikan yang holistik. “Data DCM tidak sekadar berupa angka, melainkan cerminan kondisi nyata peserta didik. Dari data inilah madrasah harus hadir untuk merespons dan mendampingi siswa secara tepat,” ujar Syaefulani. Ia juga menekankan bahwa sosialisasi PTN dan PTS perlu dirancang secara sistematis agar siswa tidak hanya memiliki beragam pilihan, tetapi juga pemahaman yang matang dalam menentukan arah masa depan.
Melalui rapat koordinasi ini, MAN 4 Bantul meneguhkan komitmennya untuk terus membangun sinergi antara pimpinan madrasah dan tim BK sebagai garda terdepan dalam pendampingan akademik maupun nonakademik peserta didik. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu melahirkan kebijakan yang responsif, solutif, serta berorientasi pada keberhasilan siswa. (lel/ica)-al