Lompat ke isi utama
x
MA Madania

MA Madania Bantul Konsultasikan Pengembangan SKPI Digital ke Kanwil Kemenag DIY

Dikirim oleh Dendy Pramana.P pada 15 Mei 2026

Bantul (MA Madania) - MA Madania Bantul terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan inovasi pendidikan yang berdampak dan berorientasi pada penguatan profil lulusan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melakukan konsultasi dan koordinasi dengan Ketua Tim 1 Kesiswaan dan Kurikulum Kanwil Kementerian Agama DIY, Anita Isdarmini, terkait pengembangan Aplikasi SKPI (Surat Keterangan Pendamping Ijazah) Digital.

 

Kegiatan konsultasi ini menjadi bagian dari upaya penguatan sistem SKPI Digital yang dikembangkan MA Madania Bantul sebagai instrumen profil lulusan berbasis bukti (evidence-based). Sistem tersebut dirancang untuk mendokumentasikan capaian siswa secara lebih utuh, tidak hanya pada aspek akademik, tetapi juga keterampilan, karakter, kontribusi sosial, organisasi, kegiatan kemanusiaan, hingga aktivitas keagamaan siswa.

 

Kepala MA Madania Bantul, Anis Fatiha, menyampaikan bahwa inovasi ini lahir dari kebutuhan nyata madrasah dalam menghadirkan sistem pengakuan yang lebih adil bagi seluruh siswa.

 

“Banyak siswa kami yang mungkin tidak menonjol dalam nilai akademik, tetapi memiliki kontribusi besar dalam kegiatan sosial, keagamaan, organisasi, dan pengabdian masyarakat. Melalui SKPI Digital, setiap proses dan perjuangan mereka dapat terdokumentasi dan diakui secara lebih utuh,” ungkap Anis.

 

Dalam konsultasi tersebut, dibahas berbagai aspek pengembangan sistem, mulai dari indikator profil lulusan, mekanisme validasi berbasis bukti, integrasi kegiatan siswa, hingga peluang pengembangan dan replikasi inovasi di madrasah lainnya.

 

Anita Isdarmini memberikan apresiasi terhadap langkah inovatif yang dilakukan MA Madania Bantul dalam menghadirkan sistem profil lulusan yang lebih holistik dan kontekstual dengan kebutuhan pendidikan saat ini.

 

SKPI Digital MA Madania Bantul sendiri dikembangkan secara sederhana namun terintegrasi, dengan melibatkan guru, wali kelas, dan tim madrasah dalam proses input data, validasi, serta pemantauan perkembangan siswa secara berkelanjutan. Sistem ini diharapkan dapat menjadi salah satu praktik baik dalam penguatan layanan pendidikan madrasah berbasis data dan karakter.

 

MA Madania Bantul juga menegaskan bahwa inovasi ini terbuka untuk berbagai pihak yang ingin berdiskusi, belajar bersama, maupun melakukan pengembangan lebih lanjut. Semangat kolaborasi dan berbagi praktik baik menjadi bagian penting dalam upaya menghadirkan pendidikan yang lebih manusiawi, inklusif, dan berkeadilan.

 

“Dengan segala keterbatasan yang ada, kami percaya bahwa inovasi sederhana pun dapat memberikan dampak besar ketika lahir dari kebutuhan nyata dan dikerjakan bersama dengan semangat kolaborasi,” tambah Anis Fatiha.

 

Melalui langkah ini, MA Madania Bantul berharap SKPI Digital tidak hanya menjadi inovasi internal madrasah, tetapi juga dapat menginspirasi pengembangan sistem profil lulusan yang lebih utuh dan bermakna di lingkungan madrasah lainnya. (Ans).