KUA Bantul Bekali Empat Pilar Moderasi Beragama Pada Murid Baru MTsN 4 Bantul
Bantul (MTsN 4 Bantul) – Hari ketiga pelaksanaan Masa Ta'aruf Murid Madrasah (Matamuda) MTsN 4 Bantul Tahun Pelajaran 2026/2027 berlangsung penuh semangat pada Rabu (15/07/2026). Sebanyak 248 murid baru kelas VII mengikuti rangkaian kegiatan yang diawali dengan apel pagi di halaman madrasah. Bertindak sebagai pembina apel, Wakil Kepala Madrasah Bidang Humas sekaligus Guru Bimbingan dan Konseling, Kaharja, yang mengajak seluruh murid untuk membangun karakter disiplin, saling menghormati, dan menjunjung tinggi nilai-nilai Madrasah Ramah Anak sebagai budaya positif dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan madrasah.
Dalam amanatnya, Kaharja menegaskan bahwa MTsN 4 Bantul merupakan madrasah yang mengedepankan suasana belajar yang aman, nyaman, inklusif, serta bebas dari segala bentuk perundungan dan kekerasan. Menurutnya, setiap murid memiliki hak yang sama untuk belajar, berkembang, dan berprestasi tanpa rasa takut. Kahar juga mengajak murid baru untuk membiasakan sikap santun, peduli terhadap teman, menjaga kebersihan lingkungan, serta mematuhi tata tertib sebagai wujud karakter pelajar madrasah yang berakhlak mulia.
Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi Moderasi Beragama oleh Penyuluh Agama Islam dari KUA Bantul, Wahyu Sinangsih. Dalam paparannya, Wahyu menjelaskan empat indikator utama moderasi beragama yang perlu dipahami dan diamalkan oleh setiap murid, yaitu komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan, dan menghargai budaya lokal. Wahyu menekankan bahwa sikap moderat menjadi bekal penting bagi generasi muda agar mampu hidup berdampingan dalam keberagaman, mencintai tanah air, menghormati perbedaan, serta menjadikan nilai-nilai agama sebagai landasan untuk menebarkan kedamaian.
Pada sesi berikutnya, Ketua Tim Adiwiyata MTsN 4 Bantul, Sumarno, menyampaikan materi tentang Madrasah Adiwiyata. Sumarno mengajak murid baru untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan melalui kebiasaan sederhana, seperti membuang sampah pada tempatnya, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, menghemat air dan listrik, serta menjaga kebersihan dan keasrian lingkungan madrasah. Menurut Sumarno, keberhasilan program Adiwiyata tidak hanya ditentukan oleh fasilitas yang dimiliki madrasah, tetapi juga oleh partisipasi aktif seluruh warga madrasah dalam membangun budaya peduli lingkungan. Melalui materi moderasi beragama, Madrasah Ramah Anak, dan Adiwiyata, diharapkan murid baru MTsN 4 Bantul tumbuh menjadi generasi yang religius, toleran, berkarakter, serta bertanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan.(yul)