Lompat ke isi utama
x
MAN 2 Bantul

Jaga Kualitas Lulusan, MAN 2 Bantul Intensifkan Monitoring PKL di Dunia Industri

Dikirim oleh eka putri pada 7 Mei 2026

Bantul (MAN 2 Bantul) — Komitmen MAN 2 Bantul dalam memastikan kualitas pendidikan vokasi terus ditunjukkan melalui langkah nyata. Salah satunya dengan melakukan monitoring langsung ke lokasi magang siswa sebagai bagian dari program Praktik Kerja Lapangan (PKL), guna memastikan kompetensi yang dimiliki selaras dengan kebutuhan dunia kerja.

Pada Senin (27/4/2026), kegiatan monitoring dilaksanakan di dua mitra industri, yakni Roti Olinda dan Percetakan Suka-Suka. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya sinkronisasi antara pembelajaran di madrasah dengan praktik nyata di Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).

Monitoring dipimpin oleh Tuti Mulyati selaku guru pembimbing magang. Ia meninjau langsung aktivitas siswa untuk melihat bagaimana keterampilan yang dipelajari di sekolah diterapkan dalam lingkungan kerja profesional.

Di Roti Olinda, Tuti bertemu dengan Ayuk Miftahul Jannah, siswa kelas XII program Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP), yang tengah melayani pelanggan. Menurut Tuti, pengalaman di industri pangan seperti ini sangat penting untuk melatih tidak hanya keterampilan teknis, tetapi juga sikap kerja. “Kami ingin memastikan siswa mampu beradaptasi dengan ritme kerja industri, menjaga kualitas, dan bekerja dengan disiplin,” ujarnya.

Selanjutnya, monitoring dilanjutkan ke Percetakan Suka-Suka, tempat dua siswa Multimedia, Nabil Mubarok dan Rafi Alif F, menjalani magang. Di sini, keduanya terlibat dalam proses desain hingga produksi cetak, yang menuntut kreativitas, ketelitian, serta kemampuan mengelola waktu secara efektif.

Lebih dari sekadar kunjungan, kegiatan ini menjadi ruang dialog antara sekolah, siswa, dan pihak industri. Tuti menggali berbagai aspek, mulai dari kinerja harian hingga kendala yang dihadapi siswa. Ia menegaskan bahwa monitoring sangat penting untuk mengidentifikasi kesenjangan antara teori dan praktik. “Jika ada kendala, kami bisa segera memberikan solusi agar siswa tetap berkembang dan tidak kehilangan arah,” jelasnya.

Beberapa hal penting yang menjadi perhatian dalam monitoring ini meliputi kesiapan mental siswa menghadapi tekanan kerja, kedisiplinan yang telah mendapat apresiasi dari pihak industri, serta kemampuan beradaptasi dengan teknologi, khususnya bagi siswa multimedia dalam mengoperasikan mesin cetak digital.

Program magang ini merupakan bagian dari upaya MAN 2 Bantul dalam mencetak lulusan yang siap kerja maupun berwirausaha. Kolaborasi dengan mitra industri seperti Roti Olinda dan Percetakan Suka-Suka diharapkan mampu memberikan pengalaman nyata yang tidak hanya meningkatkan keterampilan, tetapi juga membentuk karakter siswa.

Ayuk Miftahul Jannah mengaku terbantu dengan adanya monitoring dari guru pembimbing. Ia merasa lebih percaya diri dan termotivasi untuk terus belajar. Melalui kegiatan ini, MAN 2 Bantul berharap dapat terus memperkuat sinergi dengan dunia industri, sekaligus melahirkan generasi muda yang kompeten, mandiri, dan profesional.
/rys