Lompat ke isi utama
MAN 4 Bantul

Bedah Kurikulum MAN 4 Bantul Hasilkan Rekomendasi Strategis Berbasis Rapor Pendidikan

Dikirim oleh Fidela alma pada 29 June 2026

Bantul (MAN 4 Bantul) — Uji Publik Kurikulum Operasional Madrasah (KOM) MAN 4 Bantul memasuki sesi pembahasan kurikulum dengan menghadirkan Cahya Yuana, Widyaiswara Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Seni dan Budaya Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Yogyakarta, sebagai narasumber. Kegiatan yang berlangsung di Aula MAN 4 Bantul pada Jumat (26/06/2026) ini membahas penyempurnaan draf KOM berdasarkan hasil Rapor Pendidikan madrasah.

 

Dalam pemaparannya, Cahya Yuana menganalisis capaian Rapor Pendidikan MAN 4 Bantul sebagai dasar penyusunan strategi peningkatan mutu pembelajaran. Menurutnya, Rapor Pendidikan merupakan salah satu instrumen penting dalam proses evaluasi, namun perlu dipadukan dengan hasil supervisi kepala madrasah serta umpan balik dari peserta didik agar kebijakan yang diambil lebih komprehensif dan tepat sasaran.

 

Ia mengapresiasi capaian Rapor Pendidikan MAN 4 Bantul yang menunjukkan tren positif pada sejumlah indikator. Meski demikian, masih terdapat beberapa aspek yang perlu mendapat perhatian, di antaranya kemampuan literasi pada indikator menemukan informasi, kompetensi numerasi khususnya materi geometri, serta penguatan pendidikan karakter.

 

Berdasarkan hasil analisis tersebut, Cahya Yuana memberikan sejumlah rekomendasi kepada tim penyusun Kurikulum Operasional Madrasah sebagai bahan penyempurnaan dokumen sekaligus acuan dalam menyusun strategi pembelajaran yang lebih efektif.

 

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Ketua Tim Penyusun KOM MAN 4 Bantul, Rusli Farida, menyampaikan apresiasi atas rekomendasi yang diberikan. Ia menegaskan bahwa seluruh catatan dari narasumber akan menjadi bahan evaluasi dalam penyempurnaan kurikulum.

 

“Masukan yang kami terima, khususnya terkait penguatan literasi, numerasi, dan karakter, menjadi bahan evaluasi yang sangat berharga bagi tim penyusun. Kami akan mengintegrasikan rekomendasi tersebut dengan hasil supervisi kepala madrasah serta masukan dari peserta didik agar Kurikulum Operasional Madrasah yang disusun benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan mampu meningkatkan mutu pembelajaran,” ujar Rusli Farida.

 

Sesi pembahasan berlangsung interaktif melalui diskusi antara narasumber dan para guru. Berbagai masukan yang muncul dalam forum tersebut diharapkan dapat memperkuat implementasi Kurikulum Operasional Madrasah sehingga semakin selaras dengan kebutuhan peserta didik, hasil evaluasi pendidikan, dan arah kebijakan peningkatan mutu madrasah. (lel/ica)-al