Bangun Budaya Hidup Bersih Siswa,Tim Piket Salaman MTsN 6 Bantul Lakukan Razia Kuku
Bantul (MTsN 6 Bantul)– Sebuah langkah sederhana yang diambil Tim Piket Salaman MTsN 6 Bantul setiap Senin pagi ternyata membawa perubahan besar bagi kedisiplinan dan kesadaran hidup bersih siswa. (4/05/26)
Sejak awal semester ini, seluruh siswa wajib menjalani pemeriksaan kebersihan dan kerapian, terutama kuku jari tangan, sebelum melakukan presensi online di pintu masuk madrasah. Kegiatan yang diprakarsai Tim Piket Salaman ini merupakan “keputusan kecil” yang kini terasa dampaknya secara luas.
Mulai pukul 06.30 WIB, Tim Piket yang terdiri dari guru dan pegawai. telah bersiap di gerbang utama. Sambil menyambut siswa dengan senyum dan salaman, mereka juga memeriksa satu per satu kebersihan kuku siswa.
“Razia ini bukan untuk menghukum, tapi mengingatkan. Kuku yang panjang dan kotor bisa jadi sarang kuman. Padahal tangan dipakai untuk makan, salat, dan menulis,” jelas Istikomah selaku Tim Piket Salaman hari Senin .
Siswa yang kedapatan kukunya panjang atau kotor langsung diarahkan untuk memotong kuku di tempat yang sudah disediakan. Madrasah menyiapkan gunting kuku di meja piket. Setelah kukunya rapi, siswa baru dipersilakan melakukan presensi online dan masuk kelas.
Awalnya, masih banyak siswa yang terjaring razia. Namun memasuki bulan kedua, perubahan signifikan terlihat.
“Kalau dulu Senin pagi banyak yang antre potong kuku, sekarang sudah jarang. Anak-anak jadi sadar untuk potong kuku sejak hari Minggu di rumah,” ujar Lia , siswi kelas 8.
Wali Kelas 8C, Ibu Susi, juga merasakan dampaknya. “Kebersihan siswa meningkat. Saat pembelajaran praktik, tangan mereka lebih higienis. Ini sejalan dengan ajaran Islam tentang kebersihan sebagian dari iman,” ungkapnya.
Kepala MTsN 6 Bantul, Sugitono mengapresiasi inisiatif Tim Piket Salaman. “Ini bukti bahwa keputusan kecil yang konsisten bisa membentuk karakter. Dari kuku yang rapi, siswa belajar disiplin, tanggung jawab, dan peduli kesehatan diri. Dampaknya luar biasa untuk pembiasaan hidup bersih dan sehat di madrasah,” tuturnya.
Kini, “Senin Rapi Kuku” sudah menjadi budaya baru di MTsN 6 Bantul. Para siswa bahkan saling mengingatkan teman sebangkunya sejak di rumah.
Keputusan kecil berupa razia kuku di pintu gerbang ini berhasil menanamkan kesadaran bahwa menjaga kebersihan diri adalah bagian dari ibadah dan prestasi. Dari kuku yang bersih, lahir siswa yang sehat, disiplin, dan siap belajar. (Fau/ewh)