Akurasi dan Daya Tarik Berita Jadi Sorotan, Kepala Bawaslu Bantul: Jangan Asal Sampaikan Informasi
Bantul (MAN 2 Bantul) — Ketua Bawaslu Bantul, Didik Joko Nugroho, S.Ant., M.IP., menegaskan pentingnya akurasi dan daya tarik dalam penyampaian informasi saat membuka kegiatan Pelatihan Penguatan Kompetensi Jurnalistik Aparat Pengawas Pemilu di Aula MAN 2 Bantul, Selasa (31/3/2026). Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara UMY Prodi Ilmu Komunikasi, Bawaslu Bantul, dan MAN 2 Bantul sebagai tuan rumah.
Dalam sambutannya, Didik menyampaikan apresiasi kepada MAN 2 Bantul atas dukungan fasilitas yang memungkinkan kegiatan berlangsung dengan lancar.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada MAN 2 Bantul yang telah menyediakan fasilitas sehingga pelatihan ini dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa tugas aparat pengawas pemilu tidak berhenti pada pengawasan semata, tetapi juga mencakup tanggung jawab menyampaikan informasi yang benar, jelas, dan menarik kepada masyarakat. Menurutnya, penyampaian informasi yang kurang tepat berpotensi memicu kesalahpahaman hingga penyebaran hoaks.
“Kita memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan informasi secara benar sekaligus menarik. Jika tidak akurat, informasi bisa berubah menjadi hoaks,” tegasnya.
Melalui pelatihan ini, Didik berharap peserta mampu meningkatkan keterampilan dalam menyajikan informasi yang tidak hanya akurat, tetapi juga relevan dan bernilai bagi publik. Hal tersebut dinilai penting untuk mendorong transparansi, termasuk dalam pengelolaan dan penggunaan anggaran.
“Kami berharap seluruh peserta dapat menghasilkan informasi yang akurat, menarik, dan penting, sehingga transparansi—termasuk soal anggaran—dapat terwujud,” tambahnya.
Pada kesempatan itu, Didik juga memperkenalkan slogan Bawaslu, *SIGRAK* (Sinergis, Integritas, Gesit, Responsif, Amanah, dan Komitmen), sebagai nilai dasar yang harus dipegang dalam menjalankan tugas pengawasan sekaligus dalam komunikasi publik.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kapasitas komunikasi publik aparat pengawas pemilu, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya literasi jurnalistik yang bertanggung jawab di era derasnya arus informasi.
/rys