Dari Perjuangan Menuju Pengabdian, Kankemenag Bantul Peringati HUT ke-81 RI
Bantul (Kankemenag) — Semangat nasionalisme dan penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan mewarnai Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul (Kankemenag Bantul), Senin (17/08/2026). Upacara berlangsung khidmat di halaman kantor dan diikuti keluarga besar Kankemenag Bantul yang terdiri atas ASN bawah atap serta 32 ASN penerima Satyalancana.
Nuansa keberagaman turut terlihat dari pakaian nasional berupa pakaian adat daerah yang dikenakan para peserta. Ragam busana tersebut menjadi simbol kekayaan budaya sekaligus semangat persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kasubbag Tata Usaha Kankemenag Bantul, Aminuddin, bertindak sebagai Inspektur Upacara dan membacakan amanat Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar. Dalam amanatnya, Menteri Agama mengingatkan bahwa kemerdekaan bukanlah hadiah, melainkan hasil perjuangan dan pengorbanan para pendahulu yang harus terus dijaga dan diisi dengan pengabdian.
“Kemerdekaan bukan hadiah. Ia lahir dari perjuangan, pengorbanan, darah, air mata, dan doa para pendahulu kita. Karena itu, kemerdekaan bukan hanya untuk dirayakan, tetapi amanah untuk disyukuri dan diwujudkan,” demikian pesan Menteri Agama yang disampaikan Aminuddin.
Menurut Menteri Agama, perjuangan tersebut kini diteruskan dalam bentuk yang berbeda. Jika dahulu para pahlawan mempertaruhkan nyawa untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan, generasi saat ini harus mempertaruhkan integritas melalui ilmu, kerja keras, inovasi, dan pengabdian. “Jika dahulu mereka bertaruh nyawa, hari ini kita harus mempertaruhkan integritas,” tegasnya.
Amanat tersebut juga mengajak seluruh peserta untuk menumbuhkan kepedulian terhadap sesama, khususnya di tengah duka yang dialami masyarakat akibat gempa bumi di Nusa Tenggara Timur, Sumatera Utara, dan Sulawesi Tengah. Menteri Agama mengajak seluruh peserta mendoakan mereka yang wafat, mereka yang sakit, serta masyarakat terdampak agar diberikan ketabahan dan percepatan pemulihan.
Selain itu, Menteri Agama menekankan pentingnya menjaga kerukunan, memperkuat literasi digital dan keagamaan, serta memanfaatkan kemajuan teknologi tanpa kehilangan nilai kemanusiaan dan akhlak. Kemerdekaan, menurutnya, harus diwujudkan melalui kerja yang sungguh-sungguh, pelayanan yang tulus, serta agama sebagai sumber kedamaian, persatuan, dan kemajuan bangsa.
Upacara ditutup dengan doa dan berlangsung tertib hingga selesai. Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI ini menjadi pengingat bagi keluarga besar Kankemenag Bantul bahwa kemerdekaan yang diwariskan para pahlawan merupakan amanah yang harus dijaga melalui integritas, kerukunan, kepedulian, dan pengabdian terbaik bagi masyarakat demi mewujudkan Indonesia yang lebih maju, rukun, dan bermartabat. (al)