Lompat ke isi utama
MTsN 6 Bantul

“Bertani Itu Keren”, Ketua Tim Kokurikuler MTsN 6 Bantul Beri Penjelasan Teknik Pengolahan Lahan

Dikirim oleh sugiyono@46 pada 18 September 2026

Bantul (MTsN 6 Bantul) – Ketua Tim Kokurikuler MTsN 6 Bantul, Heisma Arya Demokrawati, memberikan penjelasan teknis pelaksanaan kegiatan pengolahan lahan kepada peserta didik di Musala Al Hikmah, Jumat (18/9/2026). Penjelasan tersebut diberikan sebagai persiapan sebelum siswa melaksanakan praktik pengolahan lahan di lingkungan madrasah.


Heisma menjelaskan bahwa kegiatan kokurikuler MTsN 6 Bantul mengangkat tema “Bertani Itu Keren”. Melalui tema tersebut, siswa akan diajak mengenal dan mempraktikkan kegiatan pertanian secara langsung, mulai dari pengolahan lahan hingga penanaman dan pemanfaatan hasil panen. “Setiap kelas mewakilkan empat siswa untuk mengolah lahan yang telah ditentukan. Dari empat siswa tersebut, satu siswa bertugas mendokumentasikan kegiatan, sedangkan tiga siswa lainnya melaksanakan pengolahan lahan,” jelas Heisma.

MTs N 6 Bantul


Lahan yang akan dikelola siswa berada di tiga titik lingkungan madrasah, yaitu di belakang pos satpam, di depan kelas IX, dan di samping laboratorium IPA lama. Pembagian tugas tersebut dilakukan agar kegiatan berjalan secara terarah sekaligus melatih siswa untuk bekerja sama dan bertanggung jawab terhadap tugas masing-masing.
Ke depan, para siswa akan diajak menanam berbagai jenis sayuran, di antaranya bayam merah, kacang panjang, pare, sawi, dan kangkung. Kegiatan tersebut diharapkan memberikan pengalaman nyata kepada siswa mengenai proses bertani sekaligus membuka wawasan tentang pemanfaatan hasil pertanian. “Hasil dari kegiatan kokurikuler akan dijual oleh siswa secara online dan offline. Dengan demikian, selain berlatih bertani, para siswa juga belajar mengelola penjualan,” tandas Isma.


Kepala MTsN 6 Bantul, Sugiyono, mendukung program kokurikuler yang dirancang oleh tim. Menurutnya, tema yang diusung memiliki keterkaitan dengan program madrasah dalam mewujudkan lingkungan yang peduli dan berbudaya lingkungan.“Tema Bertani Itu Keren selaras dengan program madrasah adiwiyata. Para siswa dibentuk karakter cinta lingkungan melalui kegiatan ini,” tandas Sugiyono. Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan pengalaman bermakna bagi siswa. Selain memiliki keterampilan bertani, siswa diharapkan semakin peduli terhadap lingkungan serta mampu mengembangkan sikap tanggung jawab dan kerja sama melalui kegiatan kokurikuler (rin).