Lompat ke isi utama
MAN 1 Bantul

638 Peserta Ramaikan OMI Kabupaten Bantul 2026, Dorong Talenta dan Kompetisi Sehat

Dikirim oleh Fidela alma pada 8 September 2026

Bantul (MAN 1 Bantul) – Sebanyak 638 peserta dari 48 sekolah mengikuti Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tingkat Kabupaten Bantul Tahun 2026 yang dilaksanakan pada Senin (07/09/2026). Kegiatan pembukaan berlangsung di MAN 3 Bantul dan dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul, Muntolib.

 

OMI Tingkat Kabupaten Bantul 2026 mengusung tema “Islam, Sains, dan Ekoteologi: Menumbuhkan Talenta serta Menggerakkan Inovasi Madrasah untuk Indonesia Maju.” Ajang ini menjadi ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi, menguji kemampuan, sekaligus membangun pengalaman berkompetisi secara sehat dan sportif.

 

Peserta OMI berasal dari jenjang Madrasah Aliyah (MA), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Ibtidaiyah (MI). Pada jenjang MA, sebanyak 246 peserta mengikuti kompetisi yang dipusatkan di MAN 3 Bantul. Sementara itu, jenjang MTs diikuti 195 peserta di MTsN 6 Bantul, sedangkan 197 peserta jenjang MI berkompetisi di MTsN 4 Bantul dan MAN 1 Bantul.

 

Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi dan persiapan peserta, kemudian dilanjutkan dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sambutan panitia, sambutan sekaligus pembukaan oleh Kakankemenag Kabupaten Bantul, serta doa. Setelah itu, peserta mengikuti kompetisi sesuai bidang dan jenjang masing-masing.

 

Dalam sambutannya, Muntolib menyampaikan bahwa OMI menjadi salah satu ajang untuk mengukur keberhasilan pendidikan dalam mengintegrasikan ilmu pengetahuan, agama, sains, dan ekoteologi.

 

“OMI merupakan ajang bergengsi madrasah sebagai ajang untuk mengukur kualitas keberhasilan pendidikan kita dalam mengintegrasikan ilmu, agama, sains, dan ekoteologi,” ungkapnya.

 

Ia juga menyampaikan bahwa OMI tidak hanya diikuti oleh murid madrasah, tetapi juga terbuka bagi murid sekolah. Menurutnya, keterbukaan tersebut menjadi bentuk daya saing sekaligus tantangan bagi guru dan murid madrasah untuk terus meningkatkan kualitas.

 

“OMI diselenggarakan tidak hanya untuk murid madrasah, tetapi juga sekolah. Hal ini menjadi daya saing terbuka dan merupakan tantangan bagi Bapak dan Ibu guru serta murid-murid madrasah untuk meningkatkan kualitasnya, terutama dalam ajang OMI,” lanjutnya.

 

Keikutsertaan ratusan peserta dari berbagai jenjang menunjukkan tingginya antusiasme terhadap ajang kompetisi akademik tersebut. Selain mengejar prestasi, peserta mendapatkan kesempatan untuk mengasah kemampuan, memperluas pengalaman, dan belajar menghadapi kompetisi dengan menjunjung sportivitas.

 

Salah satu peserta dari MAN 1 Bantul turut ambil bagian dalam kompetisi tersebut. Kehadiran peserta didik MAN 1 Bantul menjadi bagian dari upaya madrasah dalam memberikan ruang kepada murid untuk mengembangkan talenta dan kemampuan akademiknya melalui berbagai ajang kompetisi.

 

Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, menyampaikan bahwa OMI memberikan pengalaman penting bagi murid untuk mengembangkan potensi sekaligus membangun karakter.

 

“OMI bukan sekadar kompetisi untuk meraih juara. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang bagi murid untuk menumbuhkan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan, mengembangkan talenta, dan belajar berkompetisi secara sehat serta sportif,” ujarnya.

 

Menurutnya, semangat tersebut sejalan dengan karakter CADAS BERKELAS yang terus dibangun di MAN 1 Bantul. Murid diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mampu berpikir kritis, adaptif, berintegritas, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan.

 

Pelaksanaan OMI Tingkat Kabupaten Bantul 2026 diharapkan mampu melahirkan talenta-talenta unggul yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan kepedulian terhadap lingkungan. Bagi peserta didik, pengalaman mengikuti kompetisi menjadi bagian dari proses belajar untuk meningkatkan kemampuan, kepercayaan diri, kerja keras, dan sportivitas. (maf)-al