MA Darul Mushlihin Bantul Gelar Ibadah Kurban, Teguhkan Pendidikan Karakter dan Kepedulian Sosial
Bantul (MAS Darul Mushlihin) – MA Darul Mushlihin Bantul laksanakan ibadah kurban sebagai wujud pengamalan nilai keikhlasan, kepedulian sosial, dan pendidikan karakter kepada murid. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis (28/05/2026) yang diikuti oleh pimpinan, guru, karyawan, dan seluruh murid MA Darul Mushlihin Bantul. Kegiatan berlangsung tertib dari proses penyembelihan hingga pedistribusian daging. Pada tahun ini, MA Darul Mushlihin Bantul menyembelih 16 kambing.
Kegiatan diawali dengan apel pagi yang dipimpin oleh Andri Efriadi selaku kepala madrasah yang didampingi oleh Jefri Ajiz Setiawan. Kegiatan apel diisi dengan pemberian arahan terkait dengan pelaksanaan kurban. Kepala madradah menekankan bahwa kurban di lingkungan sekolah bukan sekadar kegiatan tahunan, melainkan sarana pembelajaran kontekstual. “Kegiatan kurban bukan hanya kegiatan rutinan setiap tahun, melainkan terdapat makna tersendiri. Anak-anakku melalui kegiatan kurban ini, saya berharap kita semua mampu memahami makna pengorbanan yang sesungguhnya,” jelas Andri.
Jefri Ajiz Setiawan, waka bidang kesiswaan menggarisbawahi relevansi ibadah qurban dalam pendidikan karakter. “Kegiatan kurban ini akan melatih anak-anak tentang menumbuhkan empati, menata niat, dan membangun tanggung jawab sosial. Kegiatan ini menjadi salah satu pendidikan karakter di lingkungan MA Darul Mushlihin Bantul. Nilai-nilai karakter diintegrasikan dalam refleksi kelas agar pengalaman lapangan berbuah pemahaman yang mendalam,” jelas Jefri.
Pada sisi lain banyak murid yang menyatakan bahwa mereka mendapatkan pengalaman berharga dengan pelaksanaan kurban ini. “Rasanya beda ketika menyaksikan dan melaksanakan secara langsung. Saya probadi jadi lebih memahami pelaksanaan kurban yang dijelaskan guru di kelas karena mempraktikkan secara nyata,” jelas Nafis, salah satu perwakilan OSIM.
Dengan terselenggaranya ibadah kurban tahun ini, MA Darul Mushlihin Bantul meneguhkan komitmen menjadikan madrasah sebagai pusat pembelajaran yang memadukan kecakapan akademik, spiritualitas, dan aksi nyata kepedulian sosial. Kegiatan ini diharapkan menjadi teladan kolaborasi pendidikan dan kemasyarakatan yang berkelanjutan. (Eep).