Selamat Datang di Portal Kementerian Agama Bantul. Alamat: Jl. Dr. Wahidin Sudirohusodo No. 16 Bantul – Yogyakarta – 55714 Tlp/Fax : +62274-367411. Email : kabbantul@kemenag.go.id

Bimas Islam Sosialisasikan UU JPH pada Majelis Taklim dan Ibu Rumah Tangga

Jakarta, bimasislam, Ibu memiliki peran yang sangat penting dalam mendidik anak dan mendampingi suaminya membangun keluarga yang sakinah. Ibu memiliki multi peran yang mampu mengintegrasikan berbagai karakter dalam keluarga membentuk pribadi berakhlak mulia. Termasuk dalam hal sosialisasi Undang-Undang Jaminan Produk Halal, peran Ibu tidak bisa dinafikan.
 
Terkait hal tersebut, Ditjen Bimas Islam melakukan sosialisasi Undang-Undang Jaminan Produk Halal dan Gerakan Masyarakat Sadar Halal (Gemar Halal) kepada Majelis Taklim dan Ibu Rumah Tangga pada 19 November lalu di Gedung Kementerian Agama RI Jl. M.H. Thamrin, Jakarta. Kegiatan diikuti oleh 70 orang peserta yang merupakan perwakilan dari Darma wanita Kementerian Agama RI, majelis taklim dan ibu rumah tangga se-Jabodetabek. Hadir pada acara tersebut Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Machasin, Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Muchtar Ali, dan Direktur Halal Science Center, Sukoso. Sedangkan keynote speech acara adalah Ketua Darma Wanita Kementerian Agama RI, Trisna Willy.
 
Pada kesempatan tersebut, istri Menag Lukman Hakim Saifuddin itu mengulas tentang pentingnya peran Ibu dalam menyiapkan pangan untuk keluarga. Pemenuhan kebutuhan makanan keluarga dengan makanan halal dan thayyib menjadi tugas bersama antara ayah dan ibu. Ayah memberikan nafkah dari rezeki yang halal dan baik, dan dari rezeki tersebut Ibu memenuhi kebutuhan makanan keluarga. Penting bagi  Ibu meningkatkan pengetahuan tentang pangan halal dan thayyib.  Sudah barang tentu, bagi keluarga muslim, memilih makanan halal dan thayyib menjadi bagian yang tidak terpisah dalam nilai yang diterapkan dalam keluarga. Dari makanan inilah setiap anggota keluarga memperoleh kualitas kesehatan yang baik yang kemudian berpengaruh terhadap kualitas akal dan juga rohaninya.
 
Sedangkan Dirjen menekankan akan pentingnya regulasi produk halal dalam pelaksanaan penjaminan produk halal bagi masyarakat muslim. Penyelenggaraan Jaminan Produk Halal bertujuan memberikan kenyamanan, keamanan, keselamatan, dan kepastian ketersediaan produk halal bagi masyarakat dalam mengonsumsi dan menggunakan produk.
 
Lebih lanjut Machasin menyampaikan bahwa meningkatkan nilai tambah bagi pelaku usaha untuk memproduksi dan menjual produk halal juga termasuk hal yang disasar oleh undang-undang tersebut. Namun demikian tentu perlu kerja sama semua pihak dalam melakukan sosialisasi undang-undang Jaminan Produk Halal.
 
Bahasan tentang produk halal semakin lengkap dengan materi “halal dan sains” yang disuguhkan Sukoso pada acara tersebut. Beliau mengupas makna sains dari ketentuan halal dan haram pada makanan.  Makanan yang diperbolehkan sesuai syariat  Islam,  akan berpengaruh baik pada perilaku dan tidak memiliki nilai buruk bagi kesehatan jasmani dan rohani.  (lady/bimasislam)

Jakarta, bimasislam, Ibu memiliki peran yang sangat penting dalam mendidik anak dan mendampingi suaminya membangun keluarga yang sakinah. Ibu memiliki multi peran yang mampu mengintegrasikan berbagai karakter dalam keluarga membentuk pribadi berakhlak mulia. Termasuk dalam hal sosialisasi Undang-Undang Jaminan Produk Halal, peran Ibu tidak bisa dinafikan.
 
Terkait hal tersebut, Ditjen Bimas Islam melakukan sosialisasi Undang-Undang Jaminan Produk Halal dan Gerakan Masyarakat Sadar Halal (Gemar Halal) kepada Majelis Taklim dan Ibu Rumah Tangga pada 19 November lalu di Gedung Kementerian Agama RI Jl. M.H. Thamrin, Jakarta. Kegiatan diikuti oleh 70 orang peserta yang merupakan perwakilan dari Darma wanita Kementerian Agama RI, majelis taklim dan ibu rumah tangga se-Jabodetabek. Hadir pada acara tersebut Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Machasin, Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Muchtar Ali, dan Direktur Halal Science Center, Sukoso. Sedangkan keynote speech acara adalah Ketua Darma Wanita Kementerian Agama RI, Trisna Willy.
 
Pada kesempatan tersebut, istri Menag Lukman Hakim Saifuddin itu mengulas tentang pentingnya peran Ibu dalam menyiapkan pangan untuk keluarga. Pemenuhan kebutuhan makanan keluarga dengan makanan halal dan thayyib menjadi tugas bersama antara ayah dan ibu. Ayah memberikan nafkah dari rezeki yang halal dan baik, dan dari rezeki tersebut Ibu memenuhi kebutuhan makanan keluarga. Penting bagi  Ibu meningkatkan pengetahuan tentang pangan halal dan thayyib.  Sudah barang tentu, bagi keluarga muslim, memilih makanan halal dan thayyib menjadi bagian yang tidak terpisah dalam nilai yang diterapkan dalam keluarga. Dari makanan inilah setiap anggota keluarga memperoleh kualitas kesehatan yang baik yang kemudian berpengaruh terhadap kualitas akal dan juga rohaninya.
 
Sedangkan Dirjen menekankan akan pentingnya regulasi produk halal dalam pelaksanaan penjaminan produk halal bagi masyarakat muslim. Penyelenggaraan Jaminan Produk Halal bertujuan memberikan kenyamanan, keamanan, keselamatan, dan kepastian ketersediaan produk halal bagi masyarakat dalam mengonsumsi dan menggunakan produk.
 
Lebih lanjut Machasin menyampaikan bahwa meningkatkan nilai tambah bagi pelaku usaha untuk memproduksi dan menjual produk halal juga termasuk hal yang disasar oleh undang-undang tersebut. Namun demikian tentu perlu kerja sama semua pihak dalam melakukan sosialisasi undang-undang Jaminan Produk Halal.
 
Bahasan tentang produk halal semakin lengkap dengan materi “halal dan sains” yang disuguhkan Sukoso pada acara tersebut. Beliau mengupas makna sains dari ketentuan halal dan haram pada makanan.  Makanan yang diperbolehkan sesuai syariat  Islam,  akan berpengaruh baik pada perilaku dan tidak memiliki nilai buruk bagi kesehatan jasmani dan rohani.  (lady/bimasislam) - See more at: http://bimasislam.kemenag.go.id/post/berita/bimas-islam-sosialisasikan-uu-jph-pada-majelis-taklim-dan-ibu-rumah-tangga#sthash.AeEXCD6s.dpuf
Jakarta, bimasislam, Ibu memiliki peran yang sangat penting dalam mendidik anak dan mendampingi suaminya membangun keluarga yang sakinah. Ibu memiliki multi peran yang mampu mengintegrasikan berbagai karakter dalam keluarga membentuk pribadi berakhlak mulia. Termasuk dalam hal sosialisasi Undang-Undang Jaminan Produk Halal, peran Ibu tidak bisa dinafikan.
 
Terkait hal tersebut, Ditjen Bimas Islam melakukan sosialisasi Undang-Undang Jaminan Produk Halal dan Gerakan Masyarakat Sadar Halal (Gemar Halal) kepada Majelis Taklim dan Ibu Rumah Tangga pada 19 November lalu di Gedung Kementerian Agama RI Jl. M.H. Thamrin, Jakarta. Kegiatan diikuti oleh 70 orang peserta yang merupakan perwakilan dari Darma wanita Kementerian Agama RI, majelis taklim dan ibu rumah tangga se-Jabodetabek. Hadir pada acara tersebut Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Machasin, Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Muchtar Ali, dan Direktur Halal Science Center, Sukoso. Sedangkan keynote speech acara adalah Ketua Darma Wanita Kementerian Agama RI, Trisna Willy.
 
Pada kesempatan tersebut, istri Menag Lukman Hakim Saifuddin itu mengulas tentang pentingnya peran Ibu dalam menyiapkan pangan untuk keluarga. Pemenuhan kebutuhan makanan keluarga dengan makanan halal dan thayyib menjadi tugas bersama antara ayah dan ibu. Ayah memberikan nafkah dari rezeki yang halal dan baik, dan dari rezeki tersebut Ibu memenuhi kebutuhan makanan keluarga. Penting bagi  Ibu meningkatkan pengetahuan tentang pangan halal dan thayyib.  Sudah barang tentu, bagi keluarga muslim, memilih makanan halal dan thayyib menjadi bagian yang tidak terpisah dalam nilai yang diterapkan dalam keluarga. Dari makanan inilah setiap anggota keluarga memperoleh kualitas kesehatan yang baik yang kemudian berpengaruh terhadap kualitas akal dan juga rohaninya.
 
Sedangkan Dirjen menekankan akan pentingnya regulasi produk halal dalam pelaksanaan penjaminan produk halal bagi masyarakat muslim. Penyelenggaraan Jaminan Produk Halal bertujuan memberikan kenyamanan, keamanan, keselamatan, dan kepastian ketersediaan produk halal bagi masyarakat dalam mengonsumsi dan menggunakan produk.
 
Lebih lanjut Machasin menyampaikan bahwa meningkatkan nilai tambah bagi pelaku usaha untuk memproduksi dan menjual produk halal juga termasuk hal yang disasar oleh undang-undang tersebut. Namun demikian tentu perlu kerja sama semua pihak dalam melakukan sosialisasi undang-undang Jaminan Produk Halal.
 
Bahasan tentang produk halal semakin lengkap dengan materi “halal dan sains” yang disuguhkan Sukoso pada acara tersebut. Beliau mengupas makna sains dari ketentuan halal dan haram pada makanan.  Makanan yang diperbolehkan sesuai syariat  Islam,  akan berpengaruh baik pada perilaku dan tidak memiliki nilai buruk bagi kesehatan jasmani dan rohani.  (lady/bimasislam) - See more at: http://bimasislam.kemenag.go.id/post/berita/bimas-islam-sosialisasikan-uu-jph-pada-majelis-taklim-dan-ibu-rumah-tangga#sthash.AeEXCD6s.dpuf
Jakarta, bimasislam, Ibu memiliki peran yang sangat penting dalam mendidik anak dan mendampingi suaminya membangun keluarga yang sakinah. Ibu memiliki multi peran yang mampu mengintegrasikan berbagai karakter dalam keluarga membentuk pribadi berakhlak mulia. Termasuk dalam hal sosialisasi Undang-Undang Jaminan Produk Halal, peran Ibu tidak bisa dinafikan.
 
Terkait hal tersebut, Ditjen Bimas Islam melakukan sosialisasi Undang-Undang Jaminan Produk Halal dan Gerakan Masyarakat Sadar Halal (Gemar Halal) kepada Majelis Taklim dan Ibu Rumah Tangga pada 19 November lalu di Gedung Kementerian Agama RI Jl. M.H. Thamrin, Jakarta. Kegiatan diikuti oleh 70 orang peserta yang merupakan perwakilan dari Darma wanita Kementerian Agama RI, majelis taklim dan ibu rumah tangga se-Jabodetabek. Hadir pada acara tersebut Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Machasin, Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Muchtar Ali, dan Direktur Halal Science Center, Sukoso. Sedangkan keynote speech acara adalah Ketua Darma Wanita Kementerian Agama RI, Trisna Willy.
 
Pada kesempatan tersebut, istri Menag Lukman Hakim Saifuddin itu mengulas tentang pentingnya peran Ibu dalam menyiapkan pangan untuk keluarga. Pemenuhan kebutuhan makanan keluarga dengan makanan halal dan thayyib menjadi tugas bersama antara ayah dan ibu. Ayah memberikan nafkah dari rezeki yang halal dan baik, dan dari rezeki tersebut Ibu memenuhi kebutuhan makanan keluarga. Penting bagi  Ibu meningkatkan pengetahuan tentang pangan halal dan thayyib.  Sudah barang tentu, bagi keluarga muslim, memilih makanan halal dan thayyib menjadi bagian yang tidak terpisah dalam nilai yang diterapkan dalam keluarga. Dari makanan inilah setiap anggota keluarga memperoleh kualitas kesehatan yang baik yang kemudian berpengaruh terhadap kualitas akal dan juga rohaninya.
 
Sedangkan Dirjen menekankan akan pentingnya regulasi produk halal dalam pelaksanaan penjaminan produk halal bagi masyarakat muslim. Penyelenggaraan Jaminan Produk Halal bertujuan memberikan kenyamanan, keamanan, keselamatan, dan kepastian ketersediaan produk halal bagi masyarakat dalam mengonsumsi dan menggunakan produk.
 
Lebih lanjut Machasin menyampaikan bahwa meningkatkan nilai tambah bagi pelaku usaha untuk memproduksi dan menjual produk halal juga termasuk hal yang disasar oleh undang-undang tersebut. Namun demikian tentu perlu kerja sama semua pihak dalam melakukan sosialisasi undang-undang Jaminan Produk Halal.
 
Bahasan tentang produk halal semakin lengkap dengan materi “halal dan sains” yang disuguhkan Sukoso pada acara tersebut. Beliau mengupas makna sains dari ketentuan halal dan haram pada makanan.  Makanan yang diperbolehkan sesuai syariat  Islam,  akan berpengaruh baik pada perilaku dan tidak memiliki nilai buruk bagi kesehatan jasmani dan rohani.  (lady/bimasislam) - See more at: http://bimasislam.kemenag.go.id/post/berita/bimas-islam-sosialisasikan-uu-jph-pada-majelis-taklim-dan-ibu-rumah-tangga#sthash.AeEXCD6s.dpuf
Jakarta, bimasislam, Ibu memiliki peran yang sangat penting dalam mendidik anak dan mendampingi suaminya membangun keluarga yang sakinah. Ibu memiliki multi peran yang mampu mengintegrasikan berbagai karakter dalam keluarga membentuk pribadi berakhlak mulia. Termasuk dalam hal sosialisasi Undang-Undang Jaminan Produk Halal, peran Ibu tidak bisa dinafikan.
 
Terkait hal tersebut, Ditjen Bimas Islam melakukan sosialisasi Undang-Undang Jaminan Produk Halal dan Gerakan Masyarakat Sadar Halal (Gemar Halal) kepada Majelis Taklim dan Ibu Rumah Tangga pada 19 November lalu di Gedung Kementerian Agama RI Jl. M.H. Thamrin, Jakarta. Kegiatan diikuti oleh 70 orang peserta yang merupakan perwakilan dari Darma wanita Kementerian Agama RI, majelis taklim dan ibu rumah tangga se-Jabodetabek. Hadir pada acara tersebut Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Machasin, Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Muchtar Ali, dan Direktur Halal Science Center, Sukoso. Sedangkan keynote speech acara adalah Ketua Darma Wanita Kementerian Agama RI, Trisna Willy.
 
Pada kesempatan tersebut, istri Menag Lukman Hakim Saifuddin itu mengulas tentang pentingnya peran Ibu dalam menyiapkan pangan untuk keluarga. Pemenuhan kebutuhan makanan keluarga dengan makanan halal dan thayyib menjadi tugas bersama antara ayah dan ibu. Ayah memberikan nafkah dari rezeki yang halal dan baik, dan dari rezeki tersebut Ibu memenuhi kebutuhan makanan keluarga. Penting bagi  Ibu meningkatkan pengetahuan tentang pangan halal dan thayyib.  Sudah barang tentu, bagi keluarga muslim, memilih makanan halal dan thayyib menjadi bagian yang tidak terpisah dalam nilai yang diterapkan dalam keluarga. Dari makanan inilah setiap anggota keluarga memperoleh kualitas kesehatan yang baik yang kemudian berpengaruh terhadap kualitas akal dan juga rohaninya.
 
Sedangkan Dirjen menekankan akan pentingnya regulasi produk halal dalam pelaksanaan penjaminan produk halal bagi masyarakat muslim. Penyelenggaraan Jaminan Produk Halal bertujuan memberikan kenyamanan, keamanan, keselamatan, dan kepastian ketersediaan produk halal bagi masyarakat dalam mengonsumsi dan menggunakan produk.
 
Lebih lanjut Machasin menyampaikan bahwa meningkatkan nilai tambah bagi pelaku usaha untuk memproduksi dan menjual produk halal juga termasuk hal yang disasar oleh undang-undang tersebut. Namun demikian tentu perlu kerja sama semua pihak dalam melakukan sosialisasi undang-undang Jaminan Produk Halal.
 
Bahasan tentang produk halal semakin lengkap dengan materi “halal dan sains” yang disuguhkan Sukoso pada acara tersebut. Beliau mengupas makna sains dari ketentuan halal dan haram pada makanan.  Makanan yang diperbolehkan sesuai syariat  Islam,  akan berpengaruh baik pada perilaku dan tidak memiliki nilai buruk bagi kesehatan jasmani dan rohani.  (lady/bimasislam) - See more at: http://bimasislam.kemenag.go.id/post/berita/bimas-islam-sosialisasikan-uu-jph-pada-majelis-taklim-dan-ibu-rumah-tangga#sthash.AeEXCD6s.dpuf
Informasi Penulis
Author: achmad rois wizdaEmail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Share

Comments   

 
#4 Bimas Islam Sosialisasikan UU JPH pada Majelis Taklim dan Ibu Rumah TanggaRoosevelt 2017-07-11 17:30
Hello to every body, it's my first visit of this web site; this weblog carries awesome and in fact good stuff
in favor of readers.

my web site; foot pain, sheradupoux.wordpress.com,
Quote
 
 
0 #3 Bimas Islam Sosialisasikan UU JPH pada Majelis Taklim dan Ibu Rumah TanggaBlythe 2017-05-03 12:01
First off I would like to say excellent blog!
I had a quick question in which I'd like to ask if you don't mind.
I was interested to know how you center yourself and clear your mind prior to writing.

I've had a tough time clearing my mind in getting my ideas out there.
I truly do take pleasure in writing but it just seems like the first 10 to 15 minutes are usually wasted
just trying to figure out how to begin.
Any ideas or tips? Cheers!

Also visit my homepage :: manicure
Quote
 
 
0 #2 Bimas Islam Sosialisasikan UU JPH pada Majelis Taklim dan Ibu Rumah TanggaDena 2017-04-10 08:26
Today, while I was at work, my sister stole my
iPad and tested to see if it can survive a 40 foot drop, just so
she can be a youtube sensation. My iPad is now broken and she has 83 views.
I know this is totally off topic but I had to share
it with someone!

Feel free to surf to my webpage; manicure
Quote
 
 
0 #1 Bimas Islam Sosialisasikan UU JPH pada Majelis Taklim dan Ibu Rumah TanggaTamera 2017-04-04 18:49
Hello would you mind sharing which blog platform you're working with?

I'm looking to start my own blog in the near future but I'm having a tough time deciding between BlogEngine/Word press/B2evoluti on and Drupal.
The reason I ask is because your design seems different then most blogs and I'm looking for something completely unique.
P.S Apologies for being off-topic but I had to ask!


My webpage - BHW
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh

Cara kirim artikel di web KEMENAG Bantul
tombol klik disini
Powered by mod LCA
HUMAS
Kementerian Agama Bantul
Jl. Dr. Wahidin Sudirohusodo No. 16
Bantul – Yogyakarta – 55714
Tlp/Fax : +62274-367411 (hunting)

E-mail :

kabbantul@kemenag.go.id
Webmail Kemenag Pusat